Berita

Dino Patti Djalal/net

Politik

Masyarakat Pulau Terluar dan Daerah Perbatasan Harus Diperlakukan Khusus

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 08:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah harus mewaspadai pudarnya KeIndonesiaan masyarakat pulau terluar dan daerah perbatasan.

Demikian disampaikan Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal dalam debat bernegara konvensi Capres Partai Demokrat di Balikpapan, kemarin (Sabtu, 22/2).

Menurut Dino, secara yuridis, kecuali pulau Ambalat yang masih dalam sengketa dengan Malaysia, pulau-pulau terluar dan daerah perbatasan tidak mungkin lagi diambil negara lain. Namun keIndonesiaan masyarakat perbatasan dan pulau terluar bisa memudar apabila secara sosial ekonomi, interaksinya lebih dekat ke negara lain.


Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini menambahkan, agar KeIndonesiaan tidak memudar, masyarakat pulau terluar dan daerah perbatasan perlu mendapat perlakuan khusus. Negara disebutnya harus memperkuat logistik, telekomunikasi dan infrastruktur di daerah perbatasan agar mereka merasa benar-benar menjadi bagian Indonesia.

"Kita jangan hanya gunakan pendekatan keamanan saja, tapi harus ada perhatian khusus dalam bidang sosial ekonominya. Jangan sampai orang yang tinggal di perbatasan hanya menonton tayangan televisi negara tetangga saja misalnya, karena mereka tidak mendapat akses tayangan televisi nasional," tandas Dino dalam rilisnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya