Berita

ilustrasi/net

Di Banten Ribuan Rumah Terendam Banjir

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 08:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bencana banjir kembali terjadi di Provinsi Banten pada Sabtu (22/2) pukul 17.25 wib hingga sekarang. Wilayah yang terendam banjir adalah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, saat ini BPBD Banten dan BPBD Kota Tangerang masih melakukan penanganan darurat. Dan evakuasi dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat.

"Kebutuhan mendesak sandang; selimut, tikar, pakaian dan sarung. Dan kebutuhan pokok; paket makanan anak, manula, sembako dan air bersih," kata Sutopo dalam rilisnya, Minggu (23/2).


Ia menjelaskan, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Jakarta dan Bekasi. Jebolnya tanggul sungai Bekasi menyebabkan perumahan Pondok Gede Permai dan sekitarnya terendam banjir hingga tiga meter. Banjir juga terjadi di hulu Sungai Bengawan Solo.

Sotopo menambahkan, Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah memerintahkan tim reaksi cepat BNPB merapat ke daerah-daerah banjir untuk memberikan pendampingan kepada BPBD, untuk mengerahkan logistik dan peralatan yang ada untuk membantu korban banjir.

"BMKG memprediksi hujan masih akan merata dengan intensitas hujan bervariasi. Masyarakat dihimbau waspada," tandasnya.

Wilayah yang terendam banjir adalah, Kota Tangerang; Kec. Karawaci Kel Nambo Jaya/Perum Pondok Arum (150- 175 cm), Kec. Karang Tengah/kel Ciledug/perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 serta Komplek Kementrian Dalam Negeri (70-100 cm), Kec. Cibodas /kmp Panunggan Barat (100-150 cm), dan Kec. Periuk/perum Total Persada/1699 KK/7604 jiwa.

Kota Tangerang Selatan; Kayu Gede ( ± 50 cm), Kp Bulak ( ±40 cm), Pondok Maharta (60 cm), Cipayung Mas (±30 cm), dan RW 3 Pesona Serpong (±30 cm).

Dan Kabupaten Tangerang, meliputi; Kec. Paku Haji/desa Tanjung Burung, Kec. Teluk Naga/desa Kohod, Kec. Pasar Kemis/desa Gelam, perum Total Persada, Kec. Curug, Kec. Sepatan/desa Cisere, dan Kec Jayanti/perum Cikande Permai. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya