istimewa
istimewa
"Pada tahun 2004 biaya perjalanan dinas hanya Rp 4 triliun, tahun ini naik lebih dari lima kali lipatnya. Harusnya kenaikan biaya pejalanan dinas sejalan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Tapi kesejahteraan rakyat saat ini biasa-biasa saja. Tidak ada perbaikan berarti," ujar dia saat memberi Orasi Ilmiah bertema 'Prospek Ekonomi Indonesia Masa Depan' di Kampus Al Ma'soem, Rancaekek, Bandung (Sabtu, 22/2).
Menurut Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini biaya perjalanan dinas sebesar Rp 23 triliun dalam komposisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 sangat tidak masuk akal. Bagaimana bisa alokasi anggaran perjalanan dinas pejabat lebih besar dibandingkan biaya untuk sektor pertanian yang hanya Rp 15,5 triliun, padahal 40 persen rakyat hidup di sektor ini.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
UPDATE
Sabtu, 11 April 2026 | 08:20
Sabtu, 11 April 2026 | 08:10
Sabtu, 11 April 2026 | 08:02
Sabtu, 11 April 2026 | 07:47
Sabtu, 11 April 2026 | 07:27
Sabtu, 11 April 2026 | 07:18
Sabtu, 11 April 2026 | 07:04
Sabtu, 11 April 2026 | 06:46
Sabtu, 11 April 2026 | 06:20
Sabtu, 11 April 2026 | 05:59