Berita

foto:fox news

Dunia

Ikut Jejak Ibn Batuta, Mars One Minta GAIAE Cabut Fatwa

JUMAT, 21 FEBRUARI 2014 | 18:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Organisasi non-profit yang berbasis di Belanda, Mars One menjawab fatwa yang dikeluarkan oleh Organisasi Islam di Uni Emirat Arab atau General Authority Islamic Affairs and Endowment (GAIAE) terkait larangan atas rencana perjalanan dan pembuatan pemukiman manusia di planet Mars.

Mengutip sejarah panjang penjelajahan ilmu pengetahuan dalam dunia muslim, CEO Mars One Bas Lansdorp menyebut bahwa perjalanan ke Mars bisa menjadi penjelajahan bersejarah.

"Dunia muslim selama berabad-abad telah memiliki tradisi kaya mengenai penjelajahan," kata Landsdorp melalui pernyataan tertulis seperti dilansir Fox News Kamis (20/2).


"Misi ke Mars adalah perjalanan yang tidak pernah dijalani sebelumnya, sekalipun demikian penghuni pertama (di Mars) akan menapaki jejak Ibn Batuta, Marco Polo, Neil Armstrong, atau penjelajah hebat lainnya dalam sejarah," jelasnya.

Sebelumnya, GAIAE menentang rencana Mars One untuk mengirim empat orang untuk melakukan perjalanan satu arah ke Mars. Empat orang tersebut akan mengawali upaya pembangunan pemukiman yang dapat dihuni oleh manusia di planet Mars. GAIAE menyebut bahwa perjalanan tersebut serupa dengan upaya bunuh diri. GAIAE juga melarang umat muslim untuk berpartisipasi dalam misi tersebut.

"Perjalanan satu arah memiliki resiko yang nyata bagi kehidupan, dan itu tidak akan bisa dibenarkan dalam Islam," kata keterangan komite awal pekan ini.

"Ada kemungkinan bagi individu yang melakukan perjalanan ke planet Mars mungkin tidak bisa tetap hidup di sana, dan retan untuk meninggal," jelasnya.

Namun Lansdorp membantah dengan menyebut bahwa misi perjalanan ke Mars tersebut dibuat seaman mungkin.

"Kami akan dengan hormat mengabarkan GAIAE mengenai komponen-komponen yang digunakan dalam misi Mars One yang mengurangi risiko bagi kehidupan manusia sejauh ini. Mungkin terlihat  berbahaya mengirim manusia ke Mars hari ini, tapi (misi pengiriman) manusia akan didahului oleh setidaknya delapan misi kargo," jelasnya.

Misi kargo yang dimaksudkan, jelas Lansdorp, dengan mengirim delapan muatan terlebih dahulu ke Mars untuk mengatur tempat tinggal manusia, termasuk untuk memproduksi air dan atmosfer agar dapat dihirup oleh manusia. Ia juga menjelaskan bahwa kapsul yang akan membawa muatan dan manusia ke Mars tersebut menggunakan teknologi seperti yang digunakan oleh Amerika Serikat dalam mengirim manusia ke bulan pada tahun 60an dan 70an.

Rencana Mars One mengirim manusia dan membangun pemukiman layak huni bagi manusia di planet Mars tersebut telah memicu banyak perdebatan. Tahun lalu, Dani Eder, insinyur yang bekerja di divisi sistem luar angkasa Boeing pada tahun 1981 hingga 2005 yang juga terlibat dalam kajian misi ke Mars tersebut menyebut bahwa misi itu cenderung seperti fiksi dan bukan ilmu pengetahuan.

"Semua yang mereka miliki adalah sejumlah kata dan gambar," kata Eder.

"Mars One perlu menjelaskan bagaimana mereka bisa pergi ke Mars dan bukan hanya menunjukkan gambar dari habitat permukaan, sebelum insiyur seperti saya akan membawa mereka dengan serius," jelasnya.  

Terlepas dari sejumlah perdebatan yang muncul, telah ada lebih dari 200 ribu orang yang mendaftar untuk mengikuti perjalanan satu arah ke Mars tersebut. Dari jumlah tersebut, Mars One saat ini telah memilih 1.000 orang yang dimasukkan dalam daftar potensial untuk kemudian diseleksi lebih lanjut untuk menjadi orang pertama yang dikirim ke Mars. Lebih lanjut, Lansdorp menyebut bahwa ia berharap muslim dapat terlibat dalam misi tersebut

"Mars One dengan hormat meminta GAIAE untuk membatalkan fatwa dan membuat Rihla atau perjalanan yang luar biasa, sepanjang waktu terbuka bagi muslim juga. Mereka dapat menjadi muslim pertama yang menjadi saksi atas tanda-tanda ciptaan Tuhan di langit," ujarnya.

"Sebagaimana yang juga ditulis Ibn Batuta: Perjalanan membuat anda kelu, kemudian membuat anda menjadi pencerita," tandasnya.[wid]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya