Berita

ilustrasi/net

Politik

Indonesia Sedang Tidak Seimbang, Butuh Pemimpin Mengerti Rakyat

KAMIS, 20 FEBRUARI 2014 | 17:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tokoh agama Hindu India Brahmarsi A. Sounderarajan Swamy menilai alam di Indonesia sedang kurang seimbang. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena kesalahan manusia dan pemimpin yang dipilihnya dalam mengelola kehidupan mereka dan hubungan mereka dengan alam.

 "Ketidakseimbangan berakibat munculnya bencana. Banjir di perkotaan karena pemerintah gagal membangun dan mengelola kota, banjir di pedesaan karena penggundulan hutan yang tidak bertanggung jawab," kata Sounderarajan dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Kamis, 20/2).

Menurutnya, dalam ajaran Hindu dipercaya bahwa alam semesta akan selalu mencari cara menuju keseimbangan. Seperti halnya reaksi alam yang berasaskan keseimbangan dari setiap rumus dan persamaannya.


Sounderarajan yang beberapa hari ini tengah bermeditasi di tanah air mengimbau agar rakyat Indonesia yang sadar dan peduli agar bangkit berusaha untuk masa depan yang lebih baik untuk semua termasuk alam.

 "Seperti halnya bumi dianggap ibu dengan sebutan 'Gaia', Indonesia juga dianggap sebagai ibu dengan 'Ibu Pertiwi'-nya dan dalam ajaran Hindu pun ada yang disebut ‘Bhu-Devi’. Mungkin Indonesia dan rakyatnya memerlukan pemimpin yang mengerti rakyat dan alamnya seperti seorang ibu yang mengerti anaknya ketika bersedih dan kesusahan," jelas Sounderarajan.

Sounderarajan juga menyampaikan bahwa suatu negara dengan pemerintahannya secara langsung maupun tidak langsung bertanggung jawab terhadap keselarasan manusia dengan alamnya. 

"Saya seakan merasa ketika saya bermeditasi bahwa negara ini memerlukan masa depan yang disiapkan oleh seorang seperti Buma Dewi atau Ibu Pertiwi yang lebih welas asih, bijak dan dapat merasakan penderitaan rakyat karena dia pernah mengalami derita seorang ibu," jelasnya.

Sounderarajan menyampaikan banyak sekali kemalangan di dunia ini diakibatkan oleh manusia dan para pemimpinnya yang tidak mampu memimpin karena tidak sadar dan tidak memiliki konsep yang jelas dalam mengelola kehidupan rakyatnya bersama alam yang mereka tinggali. Berkali-kali dia mengingatkan kepada jemaah dan kawan-kawannya di Indonesia agar jangan melupakan pentingnya mereka menciptakan keseimbangan dengan alam dan pihak yang mengelola atau memimpin mereka.

"Negara ini dapat dipulihkan dari berbagai kemalangan bila dipimpin dan diayomi oleh seorang yang mengerti ‘Ibu Pertiwi’ seperti anaknya sendiri serta mungkin memang harus oleh seorang ibu," katanya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya