Berita

venezuela/net

KRISIS VENEZUELA

Gelombang Demo Akan Lebih Besar Bila Tokoh Oposisi Ditahan Terlalu Lama

KAMIS, 20 FEBRUARI 2014 | 14:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Nicolas Maduro yang menduduki kursi presiden di Venezuela sejak Maret tahun lalu, saat ini diibaratkan tengah berjalan di seutas tali yang tegang.

Hal tersebut disampaikan oleh profesor ilmu politik di Universitas Simon Bolivar Caracas, Angel Oropeza.

Pasalnya demonstrasi yang digelar di jalan-jalan Venezuela sejak dua pekan terakhir menyuarakan sejumlah kritik terhadap pemerintahannya. Pengunjuk rasa menyebut bahwa di bawah pemerintahannya, tindak kejahatan semakin merajalela, inflasi melambung, angka pengangguran meninggat, dan terjadi masalah-masalah ekonomi lainnya di masyarakat Venezuela.


Aksi demonstrasi yang didominasi oleh pemuda tersebut kerap berujung pada bentrokan dan tindak kekerasan. Akibatnya, tiga orang pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan jalanan yang terjadi pada 12 Februari lalu.

Pasca tewasnya tiga orang tersebut, Maduro memerintahkan pasukan keamanan untuk menangkap tokoh oposisi yang juga merupakan ekonom Leopoldo Lopez. Lopez disebut bertanggungjawab atas gelombang kekerasan yang terjadi di Venezuela. Selain Lopez, sejumlah pendukungnya juga telah ditahan karena memicu tindak kekerasan dalam demonstrasi.

Lopez yang pernah menjabat sebagai walikota Chacao pada periode 2000-2008 tersebut kemudian menyerahkan diri kepada otoritas keamanan Selasa (18/2) di hadapan ribuan pendukungnya.

Penahanan Lopez tersebut, menurut Oropeza, mungkin akan memakan waktu beberapa lama. Hal tersebut demi menunjukkan ketegasan pemerintah.

"Mereka mungkin menahannya selama beberapa hari. Jika mereka membebaskannya segera, itu akan menjadi tanda kelemahan," jelas Oropeza seperti dilansir AFP.

Namun bila Lopez ditahan dalam jangka waktu yang lama, jelas Oropeza, justru dapat memicu ancaman yang lebih besar di Veezuela.

"Tapi bila mereka menahannya untuk waktu yang lama, itu bisa menyulut protes yang lebih besar dan pemerintah akan berada dalam tekanan internasional," terangnya.

Lebih lanjut Oropeza menilai bahwa dengan penahanan Lopez dan sejumlah pendukungnya tersebut, satu-satunya hal yang didapatkan oleh pemerintah adalah pengalihan perhatian masyarakat dari masalah ekonomi yang terjadi di Venezuela. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya