. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak pemerintah Venezuela untuk membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan selama demonstrasi anti pemerintah. Demonstrasi ini berujung kekerasan yang terjadi dua sejak dua pekan terakhir di Venezuela.
"Sejalan dengan Organisasi negara-negara Amerika, kami menyerukan pemerintah Venezuela membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan dan menggelar dialog yang nyata," kata Obama setelah menghadiri pertemuan Pemimpin Amerika Utara di Mexico pada Rabu (19/2), seperti dilansir AFP.
Untuk diketahui, kerusuhan dan demonstrasi anti pemerintahan yang terjadi di Venezuela telah menyebabkan sejumlah pengunjuk rasa ditahan, termasuk seorang pemimpin kelompok oposisi, Leopoldo Lopez yang menyerahkan diri pada Selasa (18/2) lalu.
Kerusuhan yang terjadi di Venezuela juga telah menyebabkan tiga orang diplomat Amerika Serikat diusir dari negara kaya minyak tersebut pada Minggu (16/2). Pengusiran tersebut, menurut Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua Milano dilakukan karena para diplomat tersebut telah melakukan intervensi dalam menciptakan destabilitasi di Venezuela dengan terlibat dan mendukung kelompok-kelompok yang berupaya meyulut kekerasan.
Para diplomat itu disebut telah menyambangi sejumlah universitas swasta di Venezuela untuk menjaring anak-anak muda dengan dalih menawarkan program pengiriman visa. Pemuda-pemuda yang dijaring kemudian dilatih, didanai, dan dibantu membentuk organisasi anak muda yang mendukung kekerasan di Venezuela.
Menanggapi pengusiran tiga diplomatnya tersebut, Obama menyebut bahwa pemerintah Venezuela telah membuat tuduhan palsu yang dijadikan sebagai pengalih perhatian dari masalah yang sebenarnya terjadi di Venezuela.
"Di Venezuela, daripada mencoba untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan sendiri dengan membuat tuduhan palsu terhadap diplomat Amerika Serikat, pemerintah seharusnya fokus mengatasi keluhan-keluhan rakyat Venezuela," kata Obama.
Obama juga menyerukan bahwa seluruh phak memiliki kewajiban dalam menyelesaikan masalah kerusuhan dyang terjadi.
"Seluruh pihak memiliki kewajiban untuk bekerja bersama-sama untuk menahan kekerasan dan mengembalikan ketenangan," tandasnya.
Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela berada dalam ketegangan, terutama sejak kepemimpinan pemerintah sayap kiri Hugo Chavez di Venezuela yang kemudian dilanjutkan oleh Maduro. Ketegangan hubungan kedua negara telah menyebabkan keduanya tidak saling menampatkan duta besar sejak tahun 2010.
[ysa]