Berita

obama/net

Obama Desak Pemerintah Venezuela Bebaskan Pengunjuk Rasa

KAMIS, 20 FEBRUARI 2014 | 13:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak pemerintah Venezuela untuk membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan selama demonstrasi anti pemerintah. Demonstrasi ini berujung kekerasan yang terjadi dua sejak dua pekan terakhir di Venezuela.

"Sejalan dengan Organisasi negara-negara Amerika, kami menyerukan pemerintah Venezuela membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan dan menggelar dialog yang nyata," kata Obama  setelah menghadiri pertemuan Pemimpin Amerika Utara di Mexico pada Rabu (19/2), seperti dilansir AFP.

Untuk diketahui, kerusuhan dan demonstrasi anti pemerintahan yang terjadi di Venezuela telah menyebabkan sejumlah pengunjuk rasa ditahan, termasuk seorang pemimpin kelompok oposisi, Leopoldo Lopez yang menyerahkan diri pada Selasa (18/2) lalu.


Kerusuhan yang terjadi di Venezuela juga telah menyebabkan tiga orang diplomat Amerika Serikat diusir dari negara kaya minyak tersebut pada Minggu (16/2). Pengusiran tersebut, menurut Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua Milano dilakukan karena para diplomat tersebut telah melakukan intervensi dalam menciptakan destabilitasi di Venezuela dengan terlibat dan mendukung kelompok-kelompok yang berupaya meyulut kekerasan.

Para diplomat itu disebut telah menyambangi sejumlah universitas swasta di Venezuela untuk menjaring anak-anak muda dengan dalih menawarkan program pengiriman visa. Pemuda-pemuda yang dijaring kemudian dilatih, didanai, dan dibantu membentuk organisasi anak muda yang mendukung kekerasan di Venezuela.

Menanggapi pengusiran tiga diplomatnya tersebut, Obama menyebut bahwa pemerintah Venezuela telah membuat tuduhan palsu yang dijadikan sebagai pengalih perhatian dari masalah yang sebenarnya terjadi di Venezuela.

"Di Venezuela, daripada mencoba untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan sendiri dengan membuat tuduhan palsu terhadap diplomat Amerika Serikat, pemerintah seharusnya fokus mengatasi keluhan-keluhan rakyat Venezuela," kata Obama.

Obama juga menyerukan bahwa seluruh phak memiliki kewajiban dalam menyelesaikan masalah kerusuhan dyang terjadi.

"Seluruh pihak memiliki kewajiban untuk bekerja bersama-sama untuk menahan kekerasan dan mengembalikan ketenangan," tandasnya.

Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela berada dalam ketegangan, terutama sejak kepemimpinan pemerintah sayap kiri Hugo Chavez di Venezuela yang kemudian dilanjutkan oleh Maduro. Ketegangan hubungan kedua negara telah menyebabkan keduanya tidak saling menampatkan duta besar sejak tahun 2010. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya