Berita

Pramono Edhie: Pembangunan Tidak Boleh Meninggalkan Akar Budaya

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 20:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pramono Edhie Wibowo, peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat tiba di Bali pagi tadi terkait keikutsertaannya dalam Debat Bernegara Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat yang akan diselenggarakan tanggal 18 Februari 2004. 

Dalam kesempatanya bersilahturami‎ dengan pewarta berita media-media di Bali, Edhie menyatakan laju pembangunan tidak seharusnya bertentangan dengan budaya lokal.

"Sehubungan dengan rencana reklamasi Tanjung Benoa dan menjadikan Puri Besakih menjadi kawasan industri wisata, saya berharap kepentingan akar budaya dan kepentingan ekonomi komersil bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat oleh pemerintah dan warga sekitar untuk memberikan yang terbaik, khususnya warga Bali," ujar Edhie.


Atas fakta bahwa industri parawisata menjadi tulang punggung pendapatan dan penghidupan masyarakat, Edhie menyatakan bahwa pertahanan dan keamanan menjadi hal yang wajib di wujudkan di Bali. "Kita tau persis dampak pemboman yang beberapa kali terjadi di Bali. Kehidupan masyarakat yang bertopang pada industri parawisata saat itu seperti mati suri dan berdampak terhadap citra Indonesia di dunia. Saya tidak ingin hal buruk tersebut terjadi lagi, pertahanan dan keamanan akan saya perkuat jika saya diberikan amanah oleh rakyat untuk memimpin Indonesia," tegas Edhie.

Mengenai reklamasi Pantai Tanjung Benoa, Edhie menghimbau bagi investor dan pemerintahan daerah untuk justru mengembangkan daerah yang masih tertinggal. "Hasil kunjungan saya beberapa kali ke Bali, saya lihat Bali Utara dan Selatan masih tertinggal dan berpotensi untuk dikembangkan, misalnya di Singaraja," saran Edhie.

Diakhir pertemuan, Edhie menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan. "Saya percaya bahwa suara rakyat adalah amanah Tuhan. Kalau amanah diberikan kepada saya, saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya, membenahi apa yang belum selesai, menghentikan apa-ap yang negatif," tutup Edhie.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya