Berita

foto: net

Politik

NCID: Konvensi Ricuh, Cerminan Internal Partai Demokrat?

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 12:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keributan antar pendukung peserta konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat saat debat kandidat di Surabaya, Kamis lalu (13/2), mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center For Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, sangat menyayangkan ada keributan di acara resmi partai sebesar Demokrat.

"Acara partai sebesar itu harus dicederai oleh sikap kader yang tidak terpuji, dan ini sangat memalukan, melihat posisi Demokrat adalah partai penguasa saat ini," ujarnya lewat rilis yang diterima redaksi, Senin (17/2).


Jajat bisa memaklumi keraguan beberapa pihak yang menyatakan hasil dari konvensi Demokrat tidak akan berpengaruh dalam pemilu nanti. Konflik internal masih jadi permasalahan yang mengakar dan akan sangat berbahaya jika tidak segera diselesaikan.

"Mengurus pendukung yang jumlahnya terbatas saja tidak bisa, bagaimana (Demokrat) bisa memimpin negara yang jumlah penduduknya lebih dari 200 juta jiwa," kata Jajat.

Dalam menghadapi persaingan, seharusnya semua yang terlibat, baik panitia, peserta, serta pendukung konvensi capres Demokrat, sudah siap untuk menghadapi situasi apapun.

"Seharusnya acara tersebut dapat memberi contoh kepada masyarakat tentang bagaimana cara bersaing yang sehat, bukan seperti ini," tutup Jajat. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya