Berita

jokowi/net

Politik

PILPRES 2014

Pasangan Jokowi Harus Muda

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 07:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon wakil presiden pendamping Joko Widodo harus bisa meningkatkan elektabilitas. Jika Jokowi dipasangkan dengan sosok yang tidak tepat, justru dapat mengurangi elektabilitas yang dimiliki Jokowi.

Menurut pengamat politik dari Lembaga Kajian Politik Indonesia (LKPI) Dendi Susianto, cawapres pendamping Jokowi harus lebih muda atau seumuran dengan Jokowi.

Alasannya adalah, pertama cawapres pendamping Jokowi harus bisa mengimbangi kecepatan kerja Jokowi. Kemudian yang kedua jika cawapres pendamping Jokowi lebih senior dari Jokowi, ditakutkan nanti akan muncul kendala psikologis Jokowi dalam hubungan kerja dengan cawapresnya. Kriteria selanjutnya adalah, cawapres pendamping Jokowi harus merupakan sosok yang bisa menutupi kekurangan atau kelemahan Jokowi.


"Misalnya, Jokowi sering dianggap sebagai sosok yang kurang konseptual, selanjutnya Jokowi dianggap kurang memiliki pergaulan internasional dan wawasan global. Cawapres pendamping Jokowi harus bisa menutupi kekurangan-kekurangan itu," ujar Dendi dalam rilisnya, Senin (17/2).

Sementara, wacana capres-cawapres yang mengedepankan Jawa-nonJawa, sipil-militer, dan nasionalis-Islam, kata Dendi, tidak lagi relevan. Indonesia saat ini membutuhkan capres-cawapres yang dapat bekerja cepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Oleh karena itu capres dan cawapres 2014 harus pasangan muda.

"Dari sisi usia, Rismaharini (52), Ahok (47), Ganjar (45), Puan (40), Anies Baswedan (44), Priyo Budi Santoso (48) memenuhi kriteria untuk menjadi cawapres pendamping Jokowi (52). Tinggal kita nilai apakah tokoh muda tersebut bisa meningkatkan elektabilitas bila dipasangkan dengan Jokowi, dan bisa menutupi kekurangan-kekurangan Jokowi," pungkas Dendi.

Dalam berbagai survei elektabilitas calon presiden 2014 yang dilakukan oleh banyak lembaga survei, Jokowi selalu menempati nomor satu. Dukungan dari berbagai pihak agar Jokowi maju sebagai calon presiden juga terus bermunculan. Dalam berbagai kesempatan PDIP juga menyatakan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai pententu calon presiden dari PDIP mempertimbangkan Jokowi sebagai calon yang akan diajukan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya