Berita

sby dan ibu ani/net

Hari Ini SBY Kunjungi Korban Kelud di Kediri, Blitar dan Malang

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 06:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono hari ini akan mengunjungi korban Gunung Kelud di Kediri, Blitar dan Malang Provinsi Jawa Timur.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam dan 15 menit menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) milik PT KAI, Presiden SBY dan rombongan tiba di Stasiun Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (16/2) pukul 18.15 WIB dari Stasiun Gambir Jakarta. Dari Stasiun KA Madiun, SBY langsung menuju Wisma Mulyono di Pangkalan TNI AU Iswayuhdi, Kabupaten Magetan, untuk menginap dan berkantor selama berada di Madiun.

Dalam perjalanan menuju Madiun, kereta berhenti di beberapa stasiun, diantaranya Stasiun Tugu Yogyakarta. Selama 15 menit berada di Stasiun Tugu, Kepala Negara berkesempatan menyapa calon penumpang kereta. SBY juga turun dan disambut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Presiden SBY menjelaskan maksud kunjungan ke Jawa Timur.


"Apa kabar? Semoga semua selalu sehat ya. Saya dengan rombongan mau ke Madiun, Kediri, Blitar, dan Malang melihat saudara-saudara kita yang terkena musibah letusan Gunung Kelud," SBY menyapa sambil melambaikan tangannya.

Gunung Kelud mengalami erupsi atau meletus pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB, setelah beberapa jam sebelumnya dinaikkan statusnya dari Siaga (Level III), menjadi Awas (Level IV).

Hujan abu vulkanik mulai terjadi pada Jumat (14/2) dini hari, hujan abu vulkanik sudah berkurang karena hujan yang turun sejak siang hingga sore kemarin.

Seperti dikutip dari situs resmi presidenri.go.id, ikut dalam rombongan Presiden SBY, yaitu, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, Menkes Nafsiah Mboi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendikbud Mohammad Nuh, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Kapolri Jenderal Sutarman, dan Kepala BNPB Syamsul Maarif. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya