Berita

DEBAT KONVENSI RAKYAT

Rizal Ramli: Butuh 5 Tahun Indonesia Bisa Kejar Ketertinggalan

MINGGU, 16 FEBRUARI 2014 | 14:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia bisa menjadi negara maju dan mengejar ketertinggalan hanya dalam waktu 5 tahun. Jangka waktu ini lebih cepat dibanding Jepang yang mengejar ketertinggalan dari negara barat hanya 25 tahun, Malaysia 20 tahun, China15 tahun, dan Brasil dengan 8 tahun.

Begitu disampaikan calon presiden Konvensi Rakyat DR. Rizal Ramli dalam debat Konvensi Rakyat yang digelar Gedung Graha Pena Makassar, Jalan Urip Sumeharjo, Kota Makassar Sulawesi Selatan (Minggu, 16/2). Debat konvensi rakyat yang ke empat ini mengangkat tema Meningkatkan Perekonomian Bangsa.

"Kita punya harapan besar. Perubahan negara maju makin lama makin cepat. Syaratnya, pertumbuhan ekonomi harus melaju di atas 10 persen. Selain itu pendidikan dan kesehatan rakyat Indonesia harus terjamin," paparnya.


Menurut ekonom senior itu, jika ingin menjadikan Indonesia lebih maju dan sejahtera, siapapun pemimpin masa depan harus membuang jauh-jauh model pembangunan neolib. Model pembangunan neolib terbukti telah gagal dan malah membuat ketergantungan negara kepada utang semakin besar.

"Masalah bangsa yang harus diatasi adalah ekonomi. Tidak aneh rakyat menginginkan pendekar dalam bidang ekonomi sebagai pemimpin," demikian Rizal Ramli.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya