Berita

Presiden Maduro

Dunia

AS Jangan Campuri Isu Kudeta Venezuela

MINGGU, 16 FEBRUARI 2014 | 07:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Amerika Serikat diminta menahan diri untuk tidak mencampuri urusan negara lain.

"Kami menyampaikan pesan kepada AS melalui Menlu AS yang saat ini ada di Indonesia, jangan selalu campuri urusan dalam negeri negara-negara berkembang terutama Venezuela, yang saat ini sedang menghadapi isu kudeta," ujar Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lamen Hendra Saputra dalam rilisnya, Minggu (16/5).

Beberapa hari terakhir, di Venezuela telah terjadi upaya kudeta oleh kelompok fasis oposan kanan yang dipimpin oleh Leopoldo Lopez, pemimpin gerakan "Keinginan Rakyat" dengan menggerakkan massa untuk melawan pemerintah.


Leopoldo lopez juga pernah terlibat dalam upaya menggulingkan mantan Presiden Hugo Chavez sebelumnya. Ini kali kedua dari  pertempuran heroik yang dikenal sebagai La Victoria, mirip dengan yang terjadi pada 11 April 2002 pada waktu itu. Upaya kudeta diperkuat oleh pemerintah kaki tangan neoliberal AS dan media korporasi, sebagai bagian dari kudeta, tak ubahnya pun yang terjadi kali ini.

"Itu tindakan yang tidak dibenarkan karena insiden kekerasan telah menyebabkan kematian, puluhan luka-luka, serangan terhadap lembaga-lembaga publik, pembakaran, penghancuran kendaraan, dan sebagainya," ungkap Lamen.

Ia menambahkan, pihaknya kembali menegaskan dukungan tanpa batas bagi para pemberani, upaya konkret yang dilakukan oleh Presiden Maduro dan kepemimpinan politik-militer dari Revolusi Bolivarian untuk menjaga perdamaian, dan mengintegrasikan semua sektor masyarakat. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya