Berita

Pengusaha Jepang Keluhkan Infrastruktur dan Upah Buruh di Indonesia

MINGGU, 16 FEBRUARI 2014 | 00:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan pengusaha Jepang yang berinvestasi di Indonesia mengeluhkan iklim usaha yang dinilai kurang kondusif. Tiga di antaranya adalah infrastruktur, urusan pabean dan upah buruh yang terlalu tinggi.

Demikian antara lain disampaikan Executive Vice President Japan External Trade Organization (JETRO) Daisuke Hiratsuka dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, Jumat (14/2).

“Lamanya prosedur pabean ditambah kemacetan lalu lintas di pelabuhan menjadi kendala utama yang dihadapi investor Jepang di Indonesia,” ujar Daisuke seperti dikutip KBRI Tokyo.


“Pengurusan di bea cukai yang dulu memakan waktu tiga hari sampai satu minggu saat ini bisa mencapai satu bulan,” tambah Presdir JETRO Jakarta, Kenichi Tomiyoshi, yang hadir bersama Daisuke.

Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah kurang memadainya sarana infrastruktur pelabuhan dan transportasi.

“Di samping itu, laju kenaikan upah buruh yang sangat cepat juga menyulitkan pengusaha untuk membuat perencanaan investasi dengan baik,” sambung Daisuke.

Dua kendala utama tersebut terungkap dari hasil survei yang dilakukan JETRO akhir tahun lalu terhadap perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Asia dan Oceania. Kendala lainnya berdasarkan survei tersebut adalah kurangnya kepedulian diantara pegawai, rentannya stabilitas nilai tukar rupiah terhadap US dollar, dan meningkatnya biaya bagi pendanaan dunia usaha.

“Pemerintah Indonesia saat ini sedang berusaha keras mengatasi hal tersebut, termasuk penyediaan infrastruktur dan energi listrik,” ujar Dubes Yusron menanggapi Daisuke.

Menurutnya, penyediaan infrastruktur transportasi dan tenaga listrik, akan mendorong tumbuhnya industri di dalam negeri dan meningkatkan ekspor.

“Oleh karena itu, KBRI Tokyo akan terus berupaya meningkatkan kerjasamanya dengan berbagai pihak di Jepang untuk membantu mengatasi hal tersebut,” tambah mantan anggota Komisi I DPR RI ini.

Jepang saat ini merupakan investor asing terbesar di Indonesia. Realisasi investasi Jepang di Indonesia tahun 2013 mencapai 4,7 miliar dolar AS (16,5 persen) dari total investasi asing di Indonesia. Salah satu hal yang menarik pengusaha Jepang untuk berinvestasi adalah meningkat pesatnya kelas menengah di Indonesia yang menjanjikan pasar besar bagi produknya. Tidak heran, trend investasi Jepang di Indonesia meningkat tajam dari “hanya” 0,7 miliar dolar AS (2010) menjadi 1,5 miliar dolar AS (2011), 2,4 miliar dolar AS (2012) dan 4,7 miliar dolar AS (2013). Meningkatnya investasi Jepang tersebut harus diimbangi oleh perbaikan iklim investasi oleh Pemerintah Indonesia.

Terkait masalah kenaikan upah buruh, Dubes Yusron menyampaikan bahwa hal itu tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa Negara ASEAN dan China. Khusus untuk Indonesia, hal ini tidak terjadi diseluruh Indonesia, tetapi hanya di beberapa daerah yang memang tingkat kebutuhan hidupnya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Disamping itu, Dubes Yusron juga mengharapkan agar JETRO dapat lebih meningkatkan kerjasamanya di Indonesia, terutama dalam upaya peningkatan kapasitas industri kecil dan menengah (SME) dan mendorong JETRO untuk membantu pengembangan industri di luar Pulau Jawa.

JETRO telah lama menjalin kerjasama dengan Indonesia, antara lain kerjasama peningkatan daya saing industri Indonesia dalam bentuk capacity building dengan KADIN, promosi program One Village One Product (OVOP) dan pengembangan sistem logistic dan supply chain di Indonesia. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya