Berita

Ali Ihsan Kokturk/bbc

Dunia

Pengesahan RUU di Turki Diwarnai Baku Hantam

SABTU, 15 FEBRUARI 2014 | 21:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Parlemen Turki akhirnya menyetujui UU peningkatan kontrol pemerintah atas pengangkatan hakim dan jaksa pada hari Sabtu (15/2), setelah melalui perdebatan sengit dan sempat diwarnai dengan perkelahian yang mengakibatkan seorang anggota parlemen oposisi dirawat di rumah sakit.

Ketegangan selama lebih dari 20 jam terjadi dalam pengesahan RUU tersebut. Perdebatan yang menjurus pada penghinaan saling bersautan dalam ruang sidang. Pertempuran untuk menguasai Dewan Tinggi Hakim dan Jaksa ( HSYK ) menjadi inti perseteruan antara pendukung Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dan kelompok oposisi.

Sesekali, kelompok oposisi berteriak bahwa Erdogan akan menjadi diktator dengan memaksakan UU tersebut. Partai-partai oposisi berkeyakinan RUU HSYK ini ditujukan untuk meredam penyelidikan korupsi yang diluncurkan pada tanggal 17 Desember di mana puluhan orang pebisnis terkemuka, anak-anak tiga menteri kabinet, dan pejabat negara telah diinterogasi. Demikian seperti dikutip BBC (Sabtu, 15/2).


Teriakan kelompok oposisi tersebut kemudian menyebabkan perkelahian yang mengakibatkan anggota parlemen oposisi Ali Ihsan Kokturk mengalami patah hidung. Ada juga anggota parlemen yang dikabarkan mengalami patah tulang jari. Semua korban perkelahian segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Khusus untuk Kokturk, ia harus menjalani rawat inap. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya