Berita

rmol

Politik

Pemilu 2014 Perlu Melibatkan Pemantau Asing

SABTU, 15 FEBRUARI 2014 | 15:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Banyak cara bisa dilakukan untuk meminimalisir kecurangan dalam penghitungan suara pemilu 2014. Salah satunya usulan mengundang tim asing dari negara-negara luar untuk mengamati secara langsung.

"Kami sudah meminta kepada salah satu Komisioner KPU agar di Pemilu 2014 observer internasional dilibatkan," ujar Calon Presiden Konvensi Rakyat DR. Rizal Ramli saat memberi materi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawalan Pemilu 2014 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Wisma Pusdiklat Kemensos, Jakarta (Jumat, 14/2).

Rizal Ramli mengingatkan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan dan penghitungan suara baik oleh tim pemantau internasional maupun nasional sangat diperlukan supaya Pemilu 2014 tidak dipenuhi kecurangan sebagaimana Pemilu 2009.


"Pada Pemilu 2009 observer internasional sengaja tidak diundang. Kecurangan di Pemilu 2009 sangat luar biasa. Saking luar biasanya ada partai yang perolehan suaranya meningkat 200 persen dari pemilu sebelumnya. Ini keajaiban dunia yang tak pernah ada di dunia," imbuh Rizal Ramli.

Dijelaskan, kecurangan di Pemilu 2009 berawal dari kekacauan daftar pemilih, baik Daftar Pemilih Sementara (DCS) mapun Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah pemilih di Papua misalnya dibuat lebih banyak dibanding penduduknya. Begitu pun di sejumlah daerah lainnya. Modus ini, menurut Rizal Ramli, dijalan agar bisa dilakukan mark up atau penggelembungan jumlah pemilih yang tercantum dalam DPT.

Rekayasa canggih lainnya dilakukan melalui sarana Informasi Teknologi Tabulasi Perhitungan Suara (ITTPS) yang besar kemungkinan sudah direkayasa sebelumnya. Puluhan miliar digunakan untuk membeli IT tapi hasilnya buruk. Dikatakan Rizal Ramli, seorang caleg di Sulsel bisa mendapat suara yang lebih besar dari pemilihnya.  Ada caleg yang sebelumnya tak ada tiba-tiba muncul begitu saja di ITTPS.

"Kali ini kita harus upayakan observer internasional dari Uni Eropa dan lain-lainnya ikut memantau, supaya kecurangannya Pemilu 2009 bisa ditekan," demikian Rizal Ramli, capres paling ideal versi Lembaga Pemilih Indonesia itu.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya