Berita

Mikhail Galuzin/net

Dunia

Dubes Rusia Tegaskan Sikapnya Soal Hubungan Baik Indonesia-Singapura

JUMAT, 14 FEBRUARI 2014 | 15:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin, meluruskan isi artikel berjudul "Rusia Siap Bela Indonesia Bila Perang Terbuka dengan Singapura dan Sekutunya" (klik disini) yang dipublikasikan redaksi, kemarin (Kamis, 13/2).

Artikel tersebut dikutip dari situs The Global Review. Dalam surat terbukanya, Duta Besar Mikhail Gazulin menegaskan bahwa tidak benar Rusia siap membantu Indonesia bila terjadi perang terbuka antara Indonesia dan Singapura.

Pernyataan tersebut, seperti dikutip The Global Review, merujuk pada wawancara Duta Besar Mikhail Galuzin dengan TVRI. Tapi, Mikhail tegas-tegas membantah pernah mengeluarkan pernyataan semacam itu.


"Pertama-tama, Duta Besar tidak pernah menggelar pertemuan dengan jurnalis manapun pada tanggal tersebut (Rabu, 12/2)," kata Mikhail Galuzin dalam surat terbukanya yang diterima redaksi Jumat (14/2).

Sekalipun ada pertemuan semacam itu, dalam keadaan apapun dirinya tidak akan pernah mengeluarkan pernyataan yang berkaitan dengan potensi konflik bersenjata antara Indonesia dan Singapura, yang sama-sama negara anggota ASEAN, juga sama-sama menjalin hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Rusia.

"Saya yakin bahwa penguatan ikatan rekanan antara Indonesia dan Singapura memberikan kontribusi bagi perdamaian di Asia," ucapnya.

Lebih lanjut ia menekankan bahwa dirinya pernah menggelar konferensi pers pada tanggal 10 Fenruari 2014 lalu dalam acara "Russian Diplomats Day".

"Saya menduga bahwa penulis dari artikel provokatif (The Global Review) barangkali menghadiri acara tersebut. Bagaimanapun, selama konferensi pers, saya tidak pernah menyinggung isu tentang kemungkinan tindakan militer antara Indonesia dan negara lainnya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut Dubes,  yang ia jelaskan adalah arah utama kebijakan luar negeri Rusia yang didasarkan pada pendekatan damai. Bila ada pernyataan yang berkaitan dengan kerjasama militer dan teknik antara Rusia dan Indonesia, pasti secara spesifik menggarisbawahi bahwa hubungan bilateral semacam itu bertujuan pada penguatan perdamaian dan keamanan regional.

Kembali Mikhail Galuzin menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai potensi perang antara negara manapun.

"Saya juga tidak membuat pernyataan apapun dengan mengaitkan dukungan Rusia terhadap pihak yang berselisih," tandasnya. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya