Berita

puan maharani/net

PDIP Projo Tegaskan Memang Bukan Kelompok Puan Maharani

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 11:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pro-Jokowi (Projo) merupakan organisasi yang dibentuk oleh kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk memperjuangankan dan mendukung Jokowi sebagai presiden. Projo dibentuk dengan kesadaran penuh bahwa arah perjalan bangsa sudah melenceng jauh sesuai manifesto yang dideklarasikan tanggal 21 Desember 2013 lalu.

"Kami ingin Jokowi di calonkan  sebagai Capres oleh PDI Perjuangan, sebagai asal partai pengusung Jokowi, dan juga partai kami," ujar Koordinator Nasional K.S PDI Perjuangan Projo, Budi Arie Setiadi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 13/2).

Budi menegaskan, Projo tidak pernah sedikitpun mengganggu gugat hak preogratif Megawati untuk menentukan capres dari PDI Perjuangan sesuai dengan hak dan amanat Konggres III PDI Perjuangan 2010. Projo hanya menyampaikan usulan dan suara yang berkembang di masyarakat dan simpatisan PDI Perjuangan.


Budi pun menanggapi pernyataan Puan Maharani, yang menyebutkan bahwa Projo, "bukan dari kita." Pernyataan "bukan dari kita" ini menyiratkan bahwa ada usaha untuk membedakan diri, atau membedakan antara internal-eksternal, atau elit dan massa.

"Sejak awal bahwa Projo memang bukanlah kelompok Puan. Kami adalah kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang menghendaki  PDI P memenangkan Pileg dan Pilpres 2014. Kami memang bukan kelompok Puan," tegas Budi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya