Berita

Inilah Catatan Rizal Ramli tentang Bung Karno dan Pak Harto

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 08:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di akhir kekuasaan Presiden Sukarno terjadi sejumlah peristiwa yang kelak, beberapa di antaranya hingga kini, kerap digunakan pihak tertentu untuk mendiskreditkan dirinya.

Terlepas dari hal-hal yang kontroversial itu, jasa besar Bung Karno khususnya dalam perjuangan kemerdekaan tetap harus diakui. Berbagai ekses menjelang kejatuhan Bung Karno itu, bahkan termasuk kejatuhan Bung Karno sendiri, tidak bisa dilepaskan dari intervensi internasional dalam konteks Perang Dingin antara Blok Barat melawan Blok Timur.

Begitu disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli ketika meresmikan Rumah Usaha Kreatif Masyarakat (UKM), di desa Gondosuli, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (12/1).



Di sisi lain, Soeharto memulai kekuasaannya dengan sikap represif. Pemerintahan otoriternya semakin menjadi setelah kerusuhan 15 Januari 1974 yang dikenal dengan Malari. Banyak kalangan yang meyakini peristiwa itu direkayasa. Sikap otoriter ini terus dipertahankan Soeharto hingga menjelang kekuasaannya tumbang. Karena itu, Orde Baru lebih tepat bila disebut sebagai Orde Otoriter.



Pun demikian, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mengakui Soeharto banyak meninggalkan prestasi positif bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

"Antara lain, kehidupan petani yang relatif baik dan harga-harga yang cukup stabil. Walaupun hidup dalam alam otoriter,  pada umumnya rakyat bisa menjalani hidup tanpa beban yang berlebihan," demikian kata Rizal yang beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai capres paling reformis oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI). [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya