Berita

Politik

PBHMI: Singapuran Harus Maklumi KRI Usman Harun

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 22:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meyayangkan sikap Singapura yang terlalu jauh mencampuri urusan Indonesia lantaran menggunakan Usman dan Harun sebagai nama salah satu kapal perang baru milik Indonesia.

"Indonesia sebagai pemilik kapal berhak sepenuhnya atas pemberian nama untuk KRI baru buatan Inggris itu," ujar Wakil Sekjen Pertahanan dan Keamann PB HMI 2013-2015, Rahim Key, kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 12/2).

Menurut dia, penggunaan nama Usman dan Harun harus dilihat karena keduanya memotivasi tumbuhnya jiwa patriotik kepada Bangsa dan Negara Indonesia.


Sersan Usman bin H. Ali alias Djanatin dan Kopral Harun Harun alias Tohir bin Mahdar adalah dua prajurit Korps Komando TNI Angkatan Laut yang sekarang dikenal dengan nama Korps Marinir, yang di masa konfrontasi dengan Malaysia, pada 10 Maret 1965 keduanya meledakkan sebuah bom di Gedung MacDonald, di Orchard Road, tak jauh dari kompleks Istana Singapura. Aksi Usman dan Harun itu merupakan perintah langsung Presiden RI, Ir. Soekarno.

Pada saat itu Singapura adalah salah satu wilayah yang akan masuk dalam Negara Federasi Malaysia selain Brunei, Sabah, dan Serawak. Usman dan Harun melakukan aksinya di tempat di mana petinggi-petinggi militer dan orang-orang Inggris yang menjadi stakeholder pembentukan Negara Federasi Malaysia menginap.

PB HMI, kata Rahom, memperingatkan Pemerintah Singapura memaklumi penamaan kapal tersebut.

"Saya pikir TNI-AL yang memberikan nama KRI Usman-Harun itu sama seperti para dewa yang memuji-muji keberanian Hanoman yang telah memporak-porandakan kerajaan Alengka. Walaupun Hanoman dianggap penjahat yang telah memporak-porandakan kerajaan Alengka," terangnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya