Berita

Legitimasi Soekarwo Terganggu, Harusnya Mendagri Tunjuk Plt

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 00:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013 lalu masih menyisakan masalah hukum. Karenanya, jika Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) tetap dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim hari ini, maka legitimasinya di hadapan rakyat Jatim akan berkurang.

"Seharusnya pelantikan gubernur-wakil gubernur Jatim ditunda. Proses hukumnya harus diselesaikan dulu. Perlu dipastikan bahwa pilgub lalu bebas dari suap dan manipulasi," kata mantan Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Jawa Timur, Athik Hidayatul Ummah kepada wartawan (Selasa, 11/2).

Salah satu hal yang mengganjal di mata rakyat Jatim adalah pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar bahwa pemenang sengketa pilkada Jatim adalah Khofifah.


"Jadi harus dibuktikan dulu. Kalau memang sudah jelas putusan MK itu bersih dari suap dan manipulasi, silahkan pelantikan dilaksanakan," terangnya.

Ia mengakui, putusan MK memang sudah final. Namun, munculnya pernyataan Akil Moechtar bisa mendelegitimasi pasangan Karsa sebagai gubernur-wakil gubernur Jatim.

"Legitimasi pasangan Pak Karwo dan Gus Ipul sebagai gubernur-wakil gubernur akan berkurang di hadapan masyarakat, jika proses pelantikan tetap dilanjutkan," imbuh aktivis pro demokrasi ini.

Ia menambahkan, sebagai institusi penegak hukum, MK bisa saja salah dalam mengeluarkan putusan. "Jika putusan itu salah, akan sangat menyakitkan bagi pasangan yang dikalahkan, karena putusan yang salah itu tak bisa diganggu gugat," katanya.

Dalam merespon masalah tersebut, katanya, Mendagri seharusnya mengangkat pelaksana tugas (Plt) gubernur Jawa Timur terlebih dahulu sebelum pelantikan dilakukan.

"Ini demi keadilan. Jangan sampai muncul kesan di masyarakat, hukum membela yang kuat, bukan membela yang benar," katanya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya