Berita

mahfud md/net

Politik

Dua Cara Agar Pertumbuhan Ekonomi Dinikmati Rakyat Versi Mahfud MD

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 14:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Benar pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sedang bagus. Tapi pertumbuhan ekonomi yang bagus itu tidak dinikmati oleh rakyat Indonesia.

Demikian ditegaskan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam ceramah di Pesantren Al Khairat, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (11/2).

Lebih jauh Mahfud memaparkan beberapa bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dinikmati oleh rakyat Indonesia. Antara lain ia menyatakan, 1 persen atau dua setengah juta penduduk Indonesia menguasai 70 persen lahan dan aset nasional. Sementara 99 persen rakyat Indonesia menguasai hanya 30 persen aset nasional.


"Data inilah yang membuktikan rakyat Indonesia tidak turut menikmaati pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam rilisnya.

Penikmat pertumbuhan ekonomi, katanya, adalah para kelompok elite yg terdiri dari para konglomerat, pejabat negara korup yang sampai saat ini belum tertangkap oleh KPK.

"Para koruptor yg tertangkap KPK itu kan hanya yang apes saja. Para koruptor yang tak tertangkap masih lebih banyak lagi," terang calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Bagaimana caranya agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia? Ada dua cara atau solusi dikemukakan oleh kader Nahdlatul Ulama asli Madura ini. Pertama, ubah halauan kebijakan ekonomi yang selama ini berorientasi liberal-new-clasic yang lebih banyak menguntungkan investor asing dan kelompok konglomerat ke arah kebijakan ekonomi dengang ruh dan semangat UUD 1945 khususnya Pasal 33.

"Bukan berarti anti asing dan anti konglomerat atau anti pasar. Asing, konglomerat dan pasar harus terus tumbuh di negeri ini. Tapi, rakyat yang berada di bawah dan yang ada di tengah harus menikmati pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.

Kedua, negeri ini harus dipimpin oleh orang yg berani, bersih, kompeten dan punya integritas yang tinggi.

"Pemimpin yang berkeriteria seperti itulah yang bisa mengubah nasib rakyat Indonesia," demikian Mahfud MD. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya