Berita

joko widodo/net

Inikah Enam Cawapres Jokowi dari Kandang Banteng?

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 06:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Suatu waktu, Joko Widodo, pernah mengatakan ada enam tokoh muda PDI Perjuangan yang hebat dan luar biasa. Pernyataan Joko Widodo ini saat ditanya soal kemungkinan Puan Maharani menjadi wakil presidennya. Menjawab pertanyaan ini, Jokowi hanya tersenyum, sambil mengatakan ada enam kader PDI Perjuangan di bagus.

Keenam kader PDI Perjuangan yang disebut Joko Widodo itu, selain Puan Maharani, adalah Prananda Prabowo, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Maruarar Sirait, dan Rieke Diah Pitaloka.

Karena pernyataan Jokowi ini, muncul spekulasi, bukan hanya di luar PDI Perjuangan, namun juga di kandang banteng sendiri. Paling tidak, spekulasi itu, bila pun akhirnya Jokowi menjadi capres, dan akhirnya juga dipasangkan dengan kader internal, maka keenam orang inilah yang dikehendaki Jokowi untuk disaring.


Puan Maharani, merupakan puteri Megawati yang memang disebut sebagai cawapres Jokowi bila akhirnya Megawati tidak maju. Posisi Puan Maharani ini dinilai bisa mewakili trah Bung Karno dalam kepemimpinan nasional. Namun memang, ada juga berkembang, penyebutan Puan ini hanya untuk penghormatan saja kepada Megawati. Faktanya, selama ini juga, Puan bukan sosok yang mendukung Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta. Bahkan disebutkan, ketika putaran pertama Pilkada DKI Jakarta digelar, 11 Juli 2012, Puan meninggalkan laga pertarungan dan tidak berada di Jakarta.

Bila pun harus mewakili trah Bung Karno, selain Puan, ada Prananda Prabowo. Prananda, adalah putera Megawati dari suami pertama, Surindro Supjarso. Selama ini, Prananda kurang dikenal di luar, karena lebih banyak menghabiskan waktu di internal. Dalam beberapa kesempatan, Prananda sempat muncul ke publik, dan bahkan bersama dengan Jokowi. Sempat juga muncul situs yang menduetkan Jokowi-Prananda. Namun memang ada juga yang meragukan Prananda bisa memimpin republik ini, mendampingi Jokowi, karena belum pernah punya jejak rekam memimpin organisasi di ruang publik, apalagi jabatan publik.

Sementara Ganjar Pranowo adalah Gubernur Jawa Tengah, yang baru saja terpilih. Dalam Pilkada DKI Jakarta, ia juga menjadi salah satu jurubicara Jokowi. Di Komisi II, saat menjadi anggota DPR, Ganjar sering tampil ke publik dengan berbagai ide dan gagasan yang cukup menonjol. Ganjar dinilai sebagai sosok, yang hingga saat ini, tetap sederhana.

Sosok keempat adalah Tri Rismaharini. Walikota Surabaya ini juga merupakan kader PDI Perjuangan yang cukup fenomenal. Di bawah kepemimpinannya, Surabaya berbenah dan menjadi kota yang cukup indah dan nyaman. Tri, yang diganjar tidak kurang dari 50 penghargaan, dikenal sangat merakyat dan mau turun ke lapangan. Dalam kasus razia anak sekolah, Tri hadir laksana orang tua yang memberi nasinat kepada anak-anak yang bolos.

Kelima ada sosok Maruarar Sirait. Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan ini dikenal sebagai salah seorang inisiator Pansus Century. Dia juga dikenal dalam berbagai paripurna dan sidang-sidang Komisi dalam hal memperjuangkan aspirasi rakyat. Salah satu kasus yang cukup menarik perhatian publik, adalah soal bahan bakar minyak (BBM), dan Maruarar tampil seperti mewakili partai untuk menolak kebijakan itu. Putera pendiri PDI Perjuangan Sabam Sirait juga gencar menolak pembangunan gedung DPR yang sempat memicu polemik. Tak kalah penting, Maruarar termasuk sosok yang sejak awal mendukung Jokowi menjadi gubernur Jakarta.

Sementara Rieke Diah Pitaloka sangat identik denga perjuangan buruh. Beberapa kali, Rieke turun bersama buruh ke jalanan untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang dinilai diabaikan negara. Hal yang juga melekat adalah soal Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS). Boleh dibilang, dalam hal ini, Rieke berjuang dari titik start hingga final. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya