Berita

Perbankan Diminta Bantu Pelaku UMKM

SENIN, 10 FEBRUARI 2014 | 21:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sektor perbankan diminta memberi kemudahan bantuan modal sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, sektor ini menyumbang 60 persen total Produk Domestik Bruto (PDB).

Pengusaha muda yang juga tokoh muda Muslim Banyuwangi-Bali, Romi Basarah, mengatakan sektor UMKM kurang mendapat perhatian dunia perbankan. Terbukti, dari 52 juta rakyat Indonesia berusaha di sektor UMKM, baru 25 persen yang  mengakses lembaga keuangan.

"Selebihnya masih sangat menggantungkan modal sendiri. Bahkan, cukup banyak dari mereka menggantungkan modal  rentenir. Walaupun beban bunganya jauh lebih besar dari bank," ujar Romi kepada wartawan (Senin, 10/2).


Padahal, lanjut Romi, sektor UMKM  merupakan penyumbang terbesar atau sekitar 60 persen  PDB Indonesia. Padahal, dalam pertemuan tingkat menteri yang berlangsung 4 – 5 Oktober 2013 di Nusa Dua Bali,  disepakati bahwa UKM sebagai salah satu fokus perhatian kerja sama ekonomi APEC saat ini dan masa mendatang.

Yang lebih sulit dimengerti, kata Romi, di Indonesia ini usaha besar yang jumlahnya hanya 0,2 persen  menguasai sekitar 60 persen dari PDB padahal sumbangan mereka terhadap PDB tidak lebih dari 40 persen. Sedangkan UKM yang menyumbangkan 60 persen terhadap PDB, hanya menguasai sekitar 40 persen PDB.

"Struktur ekonomi piramida terbalik ini akan sangat rapuh jika diterjang gelombang tsunami krisis ekonomi terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Ketika badai moneter menghantam para konglomerat itu, maka rontoklah bangunan perekonomian nasional," paparnya.

Romi mencontohkan, sektor UKM di Bali, yang merupakan wilayah terbuka dan mempunyai peluang besar terhadap pengembangan usaha, juga mengalami nasib yang sama, dimana lembaga keuangan tidak secara nyata membuka krannya untuk UKM. Padahal, UKM di Bali adalah motor penggerak perekonomian Bali yang berbasis pariwisata. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya