Sektor perbankan diminta memberi kemudahan bantuan modal sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, sektor ini menyumbang 60 persen total Produk Domestik Bruto (PDB).
Pengusaha muda yang juga tokoh muda Muslim Banyuwangi-Bali, Romi Basarah, mengatakan sektor UMKM kurang mendapat perhatian dunia perbankan. Terbukti, dari 52 juta rakyat Indonesia berusaha di sektor UMKM, baru 25 persen yang mengakses lembaga keuangan.
"Selebihnya masih sangat menggantungkan modal sendiri. Bahkan, cukup banyak dari mereka menggantungkan modal rentenir. Walaupun beban bunganya jauh lebih besar dari bank," ujar Romi kepada wartawan (Senin, 10/2).
Padahal, lanjut Romi, sektor UMKM merupakan penyumbang terbesar atau sekitar 60 persen PDB Indonesia. Padahal, dalam pertemuan tingkat menteri yang berlangsung 4 – 5 Oktober 2013 di Nusa Dua Bali, disepakati bahwa UKM sebagai salah satu fokus perhatian kerja sama ekonomi APEC saat ini dan masa mendatang.
Yang lebih sulit dimengerti, kata Romi, di Indonesia ini usaha besar yang jumlahnya hanya 0,2 persen menguasai sekitar 60 persen dari PDB padahal sumbangan mereka terhadap PDB tidak lebih dari 40 persen. Sedangkan UKM yang menyumbangkan 60 persen terhadap PDB, hanya menguasai sekitar 40 persen PDB.
"Struktur ekonomi piramida terbalik ini akan sangat rapuh jika diterjang gelombang tsunami krisis ekonomi terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Ketika badai moneter menghantam para konglomerat itu, maka rontoklah bangunan perekonomian nasional," paparnya.
Romi mencontohkan, sektor UKM di Bali, yang merupakan wilayah terbuka dan mempunyai peluang besar terhadap pengembangan usaha, juga mengalami nasib yang sama, dimana lembaga keuangan tidak secara nyata membuka krannya untuk UKM. Padahal, UKM di Bali adalah motor penggerak perekonomian Bali yang berbasis pariwisata.
[dem]