Calon legislatif (caleg) seksi asal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Destiara Talita angkat bicara soal modus baru politik uang berupa voucher isi pulsa seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor.
Di Kabupaten Bogor, voucher bergambar Caleg PDI Perjuangan Dapil Jawa Barat V, Indra P Simatupang, bersama Gubernur DKI Jakarta Jokowi menyasar sekolah menengah atas atau SMA. Hal tersebut menurut Talita merupakan sebuah pelanggaran dan harus ditindak tegas oleh penyelenggara pemilu.
"Caleg yang terbukti melakukan politik uang bisa dikenakan tindak pidana pemilu. Kan jelas UU pemilu menegaskan bahwa dilarang memberikan janji atau uang atau materi kepada pemilih, " ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/2).
Saat ini banyak strategi kampanye caleg yang dinilai menyalahi aturan. Kata caleg yang berparas cantik ini, politik uang adalah cara paling primitif dalam mempengaruhi pilihan rakyat.
"Intinya harus ada pengawasan dari penyelenggara pemilu dan semua pihak, apalagi mereka (sekolah) termasuk pemilih pemula yang masih awam," saran caleg Dapil VIII Jawa Barat itu.
Dia menambahkan, sudah saatnya menjadikan Pemilu 2014 sebagai ajang seleksi kepemimpinan yang bersih. Keterpilihan dengan cara yang bersih akan meningkatkan kepercayaan terhadap sistem kepemiluan dan demokrasi Indonesia.
Sebelumnya diberitakan, modus baru politik uang dengan membagi-bagikan voucher isi pulsa semua operator bergambar Caleg DPI Perjuangan Dapil Jawa Barat V, Indra P Simatupang bersama Jokowi ditemukan di sekolah di Kabupaten Bogor.
Temuan ini pertama kali muncul di microblogging twitter. Adalah akun
@NurlindaAgutin yang pertama memposting foto adanya bagi-bagi voucher di sebuah sekolah di Bogor.
Dalam foto tersebut terlihat jelas beberapa siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu berebut untuk mendapatkan voucher isi ulang pulsa itu.
"Nih min, di kelas pada rebutan voucher pulsa gratis dari caleg
awkwkwk." tulis akun tersebut, Jumat (6/2).
Akun itu juga membagikan foto tersebut ke akun
@EXSTROIS. Dari hasil penelurusan, akun twitter dimaksud adalah akun twitter komunitas, di akun itu juga tertulis identitas sebuah sekolah di Bogor, yaitu SMA Plus PGRI Cibinong. Kuat dugaan voucher isi ulang tersebut dibagi-bagikan di sekolah dimaksud.
[ysa]