Berita

Giliaran Toyota Tutup Pabriknya di Australia

SENIN, 10 FEBRUARI 2014 | 17:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Produsen otomotif raksasa asal Jepang, Toyota akan menghentikan produksi kendaraan dan komponen mesin di Australia pada akhir tahun 2017. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Toyota di Australia, Max Yasuda pada Senin (10/2).

Penutupan pabrik Toyota di Australia tersebut akan menyebabkan sekitar 4.200 orang pekerja lokalnya menjadi pengangguran.

Toyota merupakan produsen otomotif ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu tahun belakangan yang mengumumkan akan menutup pabrik dan menghentikan produksi mobilnya di Australia, setelah Ford dan Holden.


Keputusan tersebut merupakan pukulan besar bagi perekonomian di Victoria dan Australia Selatan.

"Toyota Australia hari ini mengumumkan akan menghentikan pembuatan mobil di Australia pada akhir tahun 2017 dan menjadi perusahaan penjualan dan distribusi nasional," kata pernyataan resmi Toyota seperti dilansir Sydney Morning Herlad.

"Ini berati pabrik lokal dari kendaraan Camry, Camry Hybrid, dan Aurion, serta produksi mesin empat silinder akan berhenti pada akhir tahun 2017," lanjutnya.

Keputusan tersebut diambil Toyota karena sejumlah pertimbangan ekonomi serta pasar yang mengalami pelemahan di Australia.

"Keputusan itu tidak didasarkan pada faktor tunggal. Faktor pasar dan ekonomi yang berkontribusi dalam keputusan termasuk dolar Australia yang tidak menguntungkan yang membuat ekspor melemah. Selain itu, biaya produksi yang tinggi dan skala ekonomi yang rendah atas produksi kendaraan kami, serta basis pemasok lokal," lanjutnya.

Yasuda menyebut bahwa keputusan tersebut dilakukan setelah serangkaian upaya Toyota untuk mempertahankan perusahaannya di Australia.

"Tetapi kenyataannya adalah bahwa ada terlalu banyak faktor di luar kendali kita yang membuat tidak lagi bisa membangun mobil di Australia," jelasnya. [dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya