Berita

yusril ihza mahendra/net

Politik

Yusril Presiden, Istana Negara Jadi Museum Kolonial

MINGGU, 09 FEBRUARI 2014 | 19:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden Konvensi Rakyat Yusril Ihza Mahendra menyatakan tidak akan tinggal di Istana Negara bila dirinya terpilih menjadi presiden. Bagi Yusril, Istana Negara lebih cocok dijadikan museum ketimbang ditempati seorang presiden.

"Saya sama sekali tidak tertarik dengan Istana Presiden yang ada di Jakarta, Bogor maupun Cipanas. Bagi saya itu simbol kolonialisme," kata Yusril di sela debat ketiga Capres Konvensi Rakyat di Balikpapan Sport and Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur (Minggu, 9/2).

"Kalau jadi presiden, pikiran saya istana-istana itu ditutup saja, dibikin jadi museum kolonial," sambung Yusril.


Alasan lain yang membuat Yusril tak mau tinggal di Istana Negara karena persoalan magis. Suatu pagi, saat menjabat Menteri Sekretaris Negara, Yusril pernah dilapori ada anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) tidur di atas atap Istana Negara akibat dipindahkan oleh jin.

"Jadi saya juga tidak tertarik tidur di sana. Saya lebih tertarik dengan istana-istana warisan bangsa kita. Istana Mangkunegara, Istana Jogja, Istana Maemun, istana di Pontianak, Istana Kutai Kartanegara dan sebagainya. Istana-istana ini jauh lebih baik dan penting dari Istana Negara," demikian Yusril. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya