Berita

jokowi dan priyo/net

Politik

Jokowi dan Priyo Bisa Jadi "Obat Tawar"

MINGGU, 09 FEBRUARI 2014 | 12:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Soal elektabilitas atau tingkat keterpilihan, Joko Widodo tetap rajanya. Survei Pusat Kajian Pancasila Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang (PUSKAPHDEM-UNNES) yang dirilis hari ini menempatkan Gubernur DKI Jakarta itu dirangking pertama dengan suara 20.28 persen.

Selanjutnya bertengker di bawahnya; Priyo Budi Santoso 16.26 persen, Hary Tanoesoedibjo 11.3 persen, Hidayat Nur Wahid 10.09, Muhaimin Iskandar 3.92 persen, Puan Maharani 3.36 persen, Roy Suryo 2.14, dan Anis Matta 1.02 persen.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif PUSKAPHDEM UNNES Arif Hidayat dalam rilisnya 'Menakar Potensi Modal Sosial dan Politik Capres Muda di Pilpres 2014' di Jakarta, Minggu (9/02).


"Jokowi, Priyo Budi, Hary Tanoe dan Hidayat memiliki elektabilitas tertinggi di antara pemimpin muda (capres muda) yang usianya masih di bawah 55 tahun," ungkapnya.

Pilpres 2014 dapat dikatakan sebagai momentum pemimpin muda (capres muda) untuk mencoba peruntungan dengan berlaga di ajang pemilihan presiden.

Jelas Arif, hadirnya wajah-wajah baru seperti Jokowi, Priyo, Hary Tanoe di pentas seperti Pilpres sebagai “obat tawar” atas kejenuhan publik terhadap kemunculan sejumlah tokoh “yang itu-itu saja”.

"Hal itu juga terlihat dari antusiasme publik yang mau menggunakan hak pilih jika peserta capres-capres adalah di bawah usia 55 tahun, yakni 92.19 persen. Yang tidak mau memilih hanya 7.75 persen," imbuhnya.

Survei PUSKAPHDEM UNNES dilaksanakan 3 Januari 2014 hingga 9 Februari 2014 di 34 provinsi seluruh Indonesia, dengan jumlah responden sebanyak, 1.070 orang yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu 2014 dan bukan TNI/Polri aktif. Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error ± 3 %. Dan pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya