Berita

jk

JK: Selain Pintar, Umat Muslim Juga Harus Kaya

MINGGU, 09 FEBRUARI 2014 | 07:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jika umat Islam memiliki kemampuan ekonomi yang baik, maka ekonomi secara nasional pasti baik. Sehingga jumlah umat muslim Indonesia sekitar 88 persen merupakan potensi untuk kebangkitan ekonomi.

Demikian disampaikan Wapres Jusuf Kalla (JK) saat berbicara tentang ekonomi keumatan dan kebangsaan dalam "Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan" pada Harlah ke III Pesantren Mahasiswa Al Hikam Depok Jawa Barat Sabtu malam (8/2).

Umat Islam, kata JK, perlu memiliki semangat yang luar biasa untuk menguasai semua bidang termasuk ekonomi. Ia memaparkan bahwa kemandirian ekonomi dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang di masa muda adalah saudagar.


"Nabi selain kakinya bengkak karena banyak sholat Tahajjud, tangannya juga pernah bengkak mengangkat barang dagangan ke negeri Syam, jadi sunah itu bukan hanya menikah saja seperti yang sering dipahamai orang kebanyakan," ucap JK yang disambut grr para hadirin yang merupakan pengurus NU dan pesantren dari seluruh Indonesia.

JK yang mengenakan baju koko berwarna putih dan kopiah hitam mengatakan harus ada lebih banyak pengusaha muslim yang maju agar lebih banyak lagi zakat yang dikeluarkan untuk membangun perekonomian.

"Dulu Bapak saya (Haji Kalla) mengatakan kami harus menjadi pedagang yang sukses, agar bisa membiayai pesantren dan membayar lebih banyak zakat," tukasnya.

JK yang juga Ketua PMI menambahkan masih banyak umat yang belum mampu dalam ekonomi, belum sejahtera. Untuk itu kita harus mampu meningkatkan derajat dengan kemampuan ekonomi yang tinggi sperti negara yang mayoritas berpenduduk muslim.

"Kita sering mengagumi negara arab seperti Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi. Itu disebabkan ekonomi negara mereka bagus," kata JK dalam rilisnya.

Spirit umat bisa didorong dengan adanya pencerahan bahwa menjadi pengusaha yang mandiri merupakan sunah Nabi. Bahkan JK menekankan para sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Usman bin Affan juga pengusaha, hanya Ali Bin Abi Thalib yang Cendikiawan. Artinya selain umat harus pintar, tentu harus kaya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya