Berita

Dunia

Mantan PM Fukuda Menaruh Perhatian Besar Pada Pembangunan Indonesia

JUMAT, 07 FEBRUARI 2014 | 22:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda menyatakan menaruh perhatian besar terhadap pembangunan di Indonesia. Fukuda yang kini menjabat sebagai Presiden Japinda (Japan-Indonesia Association) juga menyatakan harapan bahwa kerjasama Jepang-Indonesia terus mengalami peningkatan di masa-masa yang akan datang.

Mantan PM Fukuda menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza, di Tokyo, Jumat (7/2). Dalam pertemuan Fukuda juga menyatakan kegembiraannya atas kedatangan Dubes Yusron di Tokyo.

"Saya amat senang bahwa Anda menjadi Dubes di sini," ujar Fukuda.


"Terutama sekali karena Anda pernah lama tinggal di Jepang serta tahu banyak tentang Jepang. Selain itu, kita pun telah saling kenal sejak lama," sambung Fukuda.

Dubes Yusron, sebagaimana rilis dari KBRI Tokyo yang diterima redaksi, menimpali ucapan Fukuda dengan mengatakan bahwa dirinya akan bahagia jika bisa menjadi jembatan yang semakin memuluskan hubungan Indonesia-Jepang.

Pernyataan Fukuda tentang perhatiannya terhadap masalah pembangunan di Indonesia bukanlah basa-basi. Hal ini terlihat dari fakta bahwa sejak sekitar satu smester terakhir, investasi Jepang ke Indonesia kembali mengalami peningkatan secara besar-besaran.

Jika selama beberapa tahun sebelumnya Jepang pernah tergusur ke peringkat kedua dalam hal investasi ke Indonesia, kini negeri itu telah memulihkan kembali posisinya sebagai negara investor pertama.

Beberapa proyek besar yang sedang ditangani Jepang dan Indonesia antara lain adalah pembangunan Kawasan Industri Cilamaya yang dilengkapi pelabuhan laut serta rencana pembangunan pelabuhan udara di Karawang. Selain itu, juga masalah pembangunan Kereta Api Peluru (bullet train) yang untuk tahap pertama akan dimulai dengan trayek Jakarta-Bandung, dan akan dilanjutkan dengan jalur Jakarta-Surabaya, jalur kereta yang lebih panjang dari Tokyo-Osaka.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya