Berita

akbar tanjung

Akbar Tanjung: One United Campaign untuk Menangkan Pileg dan Pilpres

KAMIS, 06 FEBRUARI 2014 | 09:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jelang Pemilu Legislatif 9 April mendatang, setiap partai memiliki tekad kuat untuk mendulang suara agar dapat mengusung calon presidennya masing-masing.

"Partai Golkar ingin DPR dan Presiden dapat. Maka diperkenalkan one united campaign atau kampanye kesatuan pileg dan pilpres. Sehingga kedua-duanya bisa tercapai," kata Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dalam kunjungan ke Redaksi Rakyat Merdeka di Jakarta kemarin, (Rabu, 5/2).

Kampanye kesatuan yang dimaksud, jelas Akbar, adalah melakukan kampanye untuk caleg sekaligus mengkampanyekan capres Golkar. Namun Akbar mengaku bahwa yang paling diprioritaskan saat ini adalah perolehan suara di Pileg.


"Kalau Golkar dapat dukungan suara tinggi setidaknya di atas 20 persen, maka bisa usung calon presiden," lanjut Akbar.

Akbar mengaku bahwa dirinya kerap mengikuti perkembangan hasil survei dari sejumlah lembaga ataupun media. Hasil survei tersebut dijadikan acuan untuk membaca peta dukungan politik yang ada.

"Kalau dilihat dari survei-survei yang ada, Golkar berada di atas bersama-sama dengan PDIP," kata mantan Ketua DPR ini.

"Tapi kalau untuk pemilihan presiden memang berbeda. Yang paling tinggi Jokowi, ini susah dikejar. Posisi kedua Prabowo. Ada juga Megawati, Aburizal Bakrie, Wiranto, dan calon-calon lain," terangnya.

Terkait pemilihan presiden Akbar enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyebut bahwa peta dukungan untuk pengusungan capres serta kemungkinan koalisi baru dapat dilihat pasca pemilu legislatif. "Setelah tanggal 9 bisa ketahuan siapa partai yang menang dan bisa usung capres," demikian Akbar. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya