Berita

Bisnis

Kadin dan HKTI Bentuk Tim Investigasi Beras Impor Ilegal

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 19:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus impor beras ilegal. Hasil investigasi itu akan segera diumumkan kepada publik, agar pemerintah tidak lagi bermain-main dengan nasib puluhan juta petani.

"Impor beras premium dari Vietnam ini benar-benar tidak punya nurani. Para pelakunya tega mengeruk keuntungan yang sangat besar di atas penderitaan petani," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia DR Rizal Ramli, di Jakarta, Rabu (5/2).

Menurut ekonom senior yang gigih mengusung ekonomi Pancasila ini, modus kasus impor beras ilegal dimulai dengan penggabungan nomor hamonized system (HS) beras dari dua menjadi satu HS. Dari sini dalam dokumen impornya dilaporkan beras kelas umum. Namun kenyataannya beras yang diimpor adalah kualitas premium.


Harga beras di pasar internasional (4/2), beras Vietnam dengan kualitas 5% broken (premium) mencapai US$410/ton. Sedangkan beras kualitas 25% broken, harganya US$375/ton. Beras ilegal yang diimpor itu konon hampir 20.000 ton. Biasanya, harga beras di Indonesia minimal 35% lebih mahal dibandingkan harga internasional. Dengan kurs dolar Rp12.000/dolar, maka ada selisih harga US$2,87juta atau sekitar Rp34,4 miliar. Uang inilah yang kemudian dibagi-bagi para pelaku yang terdiri pengusaha dan pejabat. Jumlah tersebut belum termasuk komisi yang biasa diterima pejabat terkait.

"Sebetulnya aneh juga kalau Kementerian Perdagangan menerbikan izin impor beras premium, ketika BPS justru menyatakan stok beras aman. Akibatnya beras menumpuk di gudang. Karena manajemennya tidak bagus, biasanya beras terlalu lama disimpan dan nyaris busuk. Nah beras nyaris busuk inilah yang kemudian dibagikan kepada rakyat dalam bentuk beras untuk warga miskin atau Raskin. Kok tega-teganya pejabat bermain-main dengan nasib rakyat," tukas Peserta Konvensi Rakyat Capres 2014 yang biasa disapa RR1 ini dengan geram.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya