Berita

Indonesia Bisa Jadi Mercusuar Perdamaian Dunia

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 14:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Demokrasi di usia reformasi yang baru 15 tahun belum matang. Pada masa transisi sekarang ini sebagian komponen bangsa masih mempertontonkan perilaku yang tidak sejalan dengan nafas demokrasi.

"Masih adanya gesekan antar etnis, perilaku politik yang semakin transaksional adalah beberapa tanda belum matangnya reformasi demokrasi kita," ujar peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Ali Masykur Musa saat berdialog dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Bandung, Rabu (5/2).

Menurut tokoh muda NU yang akrab disapa Cak Ali ini, belum matangnya demokrasi disebabkan oleh reformasi politik dan pertumbuhan ekonomi yang begitu cepat tidak diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan dan penegakan hukum. Akibatnya korupsi menjadi sikap yang mewabah di Indonesia, terbukti 311 kepala daerah berurusan dengan aparat penegak hukum.


"Untuk mewujudkan demokrasi yang beradab dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, maka prinsip equality before the law dan penegakan hukum tanpa pandang bulu harus di laksanakan. Dengan cara begitu pembangunan ekonomi yang berkeadilan dalam sistem politik berkeadaban dapat di realisir," papar Cak Ali seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

Selain mendapatkan bonus demokrasi yang begitu cepat berkembang dan bonus pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,2% pertahun, Indonesia menurut Cak Ali memiliki bonus toleransi sebagai dasar hidup damai dalam kemajemukan.

"Inilah kekuatan Indonesia untuk menjadi negara mercusuar perdamaian dunia. Bonus-bonus tersebut harus kita rawat dan tingkatkan kualitasnya," tandas Capres yang mengusung visi Indonesia Adil, Makmur dan berMartabat ini.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya