Berita

Publika

Waspadai Capres yang Didukung Konglomerat Hitam

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 11:57 WIB

MUNCULNYA beberapa nama dalam bursa pencalonan presiden perlu diantisipasi oleh masyarakat luas agar tidak tertipu oleh calon presiden yang menjadi antek kepentingan tertentu apalagi konglomerat hitam yang sudah meninggalkan jejak buruk di negeri ini. Jika konglomerat hitam dapat melahirkan sosok penguasa yang hanya di jadikan sebagai boneka untuk memuluskan langkah mereka menjarah negeri ini, tentunya kita semua tidak ingin itu terjadi.

Kolaborasi antara mafia, penjahat ekonomi dan pengusaha bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia politik, banyak kepentingan yang akan ikut bermain dengan tujuan tertentu dalam suksesi pergantian kepemimpinan nasional. Jika capres yang diusung oleh partai politik memiliki kesadaran yang rendah dalam kecintaannya terhadap negeri ini, ia dapat menggadaikan negeri ini pada pihak tertentu jika suatu saat nanti ia terpilih menjadi kepala Negara. Karena yang ada dalam benak pemimpin seperti ini adalah kekuasaan semata tanpa berpikir panjang terhadap implikasi yang terjadi dari dana haram yang ia peroleh dalam suksesi tersebut. Seperti sama-sama kita ketahui tidak ada makan siang yang gratis apalagi jika sudah melibatkan dana besar.

Jejak rekam masa lalu seorang capres perlu dilihat secara lebih jernih agar masyarakat tidak terjebak dengan pilihan yang salah. Masyarakat di kalangan bawah tidak punya banyak cara untuk mengenal siapa sosok capres yang bermunculan tersebut, masyarakat hanya dapat menyaksikan kehebatan mereka diberbagai tayangan iklan dan liputan TV serta melihat kepedulian mereka yang begitu gencar mendekati masyarakat seperti saat ini. Untuk itu bagi kalangan terpelajar, LSM atau siapa saja yang memiliki pengetahuan lebih tentang capres yang ada dinilai penting untuk mengungkapkan fakta hitam dibalik sosok capres tersebut. Agar masyarakat nantinya tidak terjebak memilih calon pemimpin bagaikan membeli kucing dalam karung.


Bangsa ini butuh sosok pemimpin sejati yang memiliki kepedualian tinggi, jiwa nasionalisme yang berkobar dan memiliki kesadaran yang baik untuk memajukan negeri agar dapat lebih terhormat dan mampu mensejahterakan masyarakatnya. Harapannya bangsa ini dapat disegani oleh bangsa lain, sehingga Indonesia dapat menjadi Negara yang berwibawa di mata dunia. Untuk itu, capres yang seperti ini harus memiliki kesiapan yang cukup agar dia dapat mandiri ketika menjadi presiden nanti.

Musuh bangsa ini sebenarnya bukan hanya dari pihak luar, terkadang musuhnya dari dalam sendiri yang menjadi kepanjangan tangan pihak lain untuk memuluskan laju bisnis ataupun pengamanan kasus yang sedang mendera meraka. Inilah yang disebut penghianatan besar terhadap bangsa sendiri, rela menjual negerinya untuk kepentingan pihak lain. Jika popularitas seseorang hanya diukur dari kaca mata media, apa yang tidak bisa dibeli di negeri ini. Meskipun tidak semuanya, masih ada beberapa media yang masih setia mengusung nilai-nilai kejujuran dan mengungkap fakta berdasarkan realita.

Tentunya kita tidak rela jika bangsa ini hanya menjadi kelinci percobaan oleh capres yang dicukongi oleh para konglomerat hitam, dan para komprador yang tidak menginginkan bangsa ini menjadi besar. Marilah kita bergandengan tangan dalam rangka memberikan tuntunan pada masyarakat luas untuk lebih cermat dalam melihat sosok calon presiden  mendatang agar kita semua dapat menemukan sosok pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab pada rakyatnya. Semoga masyarakat Indonesia tidak mudah terjebak dengan penampilan Capres semata.

 
Tara Pradana
Jatibening - Bekasi
Jawa Barat


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya