Berita

PWI Pusat Gelar Pelatihan Jurnalis ASEAN Pertama

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 08:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) menggelar pelatihan jurnalis ASEAN di Palembang, Sumatera Selatan.

Sekitar 70 jurnalis negara anggota ASEAN dan Timor Leste direncanakan hadir dalam pelatihan bertema "Bringing ASEAN Closer to the People's Heart and Minds" yang digelar dari tanggal 10 hingga 12 Februari ini.

Menurut Sekretaris Tetap CAJ di Indonesia, Akhmad Kusaeni, pelatihan wartawan ASEAN juga diselenggarakan dalam rangka menyambut ASEAN Economy Community (AEC) pada tahun 2015 mendatang. Wartawan ASEAN memiliki kewajiban moral untuk membantu masyarakat di setiap negara ASEAN siap menghadapi era pasar bebas regional tersebut.


"Program pertama CAJ Education Center (CAJET) difokuskan pada upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan wartawan ASEAN sehingga bisa berperan secara optimal mempersiapkan masyarakat ASEAN menghadapi peluang dan tantangan dari realisasi AEC," ujar Akhmad Kusaeni yang juga Pemimpin Redaksi LKBN Antara.

Pelatihan wartawan ASEAN ini, menurutnya, adalah salah satu program unggulan PWI Pusat. Juga disebutkan, Sidang Umum ke-17 CAJ di Manila, Filipina, pada November tahun lalu juga mengamanatkan dan memberikan dukungan penuh terhadap program ini.

Pada bagian lain Akhmad Kusaeni mengapresiasi Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang bersedia membangun pusat pelatihan wartawan ASEAN di Palembang. Setelah penutupan pelatihan, seluruh peserta akan mengunjungi kompleks Jakabaring, lokasi pembangunan CAJET di Jakabaring, Palembang.

Dalam keterangan yang sama, Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat, Teguh Santosa, mengatakan wartawan Indonesia perlu melibatkan diri dalam dialog mengenai persiapan Indonesia menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Wartawan Indonesia harus tampil menjadi elemen yang ikut membantu masyarakat dalam arti luas mempersiapkan diri menyambut era itu," kata Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online ini.

"Era pasar bebas di kawasan ini adalah sebuah keniscayaan. Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, pasti akan kita hadapi. Sebagai sebuah bangsa kita harus dapat memanfaatkan tantangan dan peluang yang hadir bersama gagasan pasar tunggal ASEAN. Wartawan dan media memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat kita siap menghadapi AEC," demikian Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta itu. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya