Berita

gita wirjawan/net

Terbukti, Kisruh Beras Impor Serangan untuk Gita Wirjawan

SELASA, 04 FEBRUARI 2014 | 22:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Maraknya isu impor beras yang menyerang Gita Wirjawan pasca pengunduran diri sebagai Menteri Perdagangan akhirnya terkuak kebenarannya.

Uji laboratorium yang dilakukan surveyor independen Sucofindo dan dua laboratorium Kementerian Perdagangan di Ciracas menunjukan bahwa beras impor dari Vietnam yang beredar di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, ditambah pengujian independen oleh para ahli dari kalangan akademisi ternyata berjenis premium, bukan medium seperti yang dilansir banyak media.

"Berarti memang tidak ada pelanggaran di dalam importasi beras ini," kata Gita Wirjawan dalam keterangan persnya (Selasa, 4/2).


Verifikasi dilakukan dengan memeriksa lima indikator beras jenis premium sesuai dengan kriteria Standard Nasional Indonesia (SNI) Nomor 61282008. Ada lima standar beras premium versi SNI, yakni derajat sosoh 100 persen, kadar air maksimal 14 persen, butir kepala minimal 95 persen, butir patah maksimal 5 persen, butir menir maksimal 0 persen. Sementara, dari hasil verifikasi terhadap beras impor asal Vietnam yang dilaporkan pedagang Cipinang yakni derajat sosoh beras 100 persen, kadar air 13,2 persen, butir kepala 97,15 persen, butir patah 2,29 persen, dan butir menir 0,46 persen.

"Kira-kira ada lima indikator paling utama (beras premium), jadi satu-satunya yang berbeda sedikit dari standar adalah butir menir. Itu diduga terjadi karena mungkin sudah lama disimpan. Intinya hasil riset ini adalah beras premium bukan beras medium," papar Gita.

Gita menegaskan hasil temuan ini memperkuat indikasi adanya upaya skenario fitnah yang dialamatkan kepada dirinya. Sebab sudah jelas bahwa realisasi impor beras sudah dilakukan sesuai SPI.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya