Berita

ilustrasi/net

Politik

Koalisi Kuning-Merah Tak Masuk Akal

SELASA, 04 FEBRUARI 2014 | 22:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Koalisi antara Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilu 2014 sangat tidak realistis. Pasalnya, kedua partai tersebut sama-sama ngotot ingin mengajukan calon presiden sendiri.

"Hitung-hitungan politiknya tak masuk akal jika kedua partai politik itu berkoalisi," ujar pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Widjaja kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/4).

Menurutnya, sangat kecil kemungkinan terjadi koalisi kecuali Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) mau jadi wapresnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atau kader PDIP Joko Widodo. PDIP sendiri, kata Yunarto, saat ini memang sedang naik daun lantaran efek Gubernur DKI Jakarta Jokowi.


"PDIP tidak mungkin mau mengalah," tegasnya.

Saat ini, kata Yunarto, PDIP seharusnya tidak perlu berpikir untuk koalisi karena koalisi hanyalah gabungan partai menjelang Pilpers. "PDIP akan berpotensi tersandera dengan koalisi yang dibentuknya sendiri. Untuk itu, PDIP harus berhati-hati jika ingin berkoalisi," tandasnya.

Sebelumnya Partai Golkar menyatakan ingin berkoalisi dengan PDIP karena Golkar merasa punya kesamaan platform dengan partai oposisi itu. Namun, PDIP menganggap terlalu prematur jika membicarakan koalisi secara konkret saat ini. Partai berlambang banteng itu ingin fokus memenangkan Pileg 9 April mendatang terlebih dahulu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya