Berita

Benny K. Harman

Elektabilitas 4,7 Persen, Demokrat Tetap Optimistis akan Jadi Pemenang

SELASA, 04 FEBRUARI 2014 | 07:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Survei Lingkaran Survei Indonesia yang menyebutkan elektabilitas Demokrat hanya 4,7 persen tidak membuat kader partai penguasa itu patah semangat. Justru hasil survei yang dirilis pada Minggu kemarin itu dijadikan cambuk agar lebih semangat lagi untuk berkerja.

"Hasil survei menjadikan semangat buat kita. Jadi tidak terlalu dibesarkan. Yang ada kita sebagai kader menambah semangat untuk berkerja," ujar pengurus DPP Partai Demokrat, Benny K Harman, pagi ini (Selasa, 4/2).

Meski begitu, mantan Ketua Komisi III DPR ini meminta pimpinan dan elit partai melakukan koreksi ke dalam merespons hasil survei tersebut. Karena menurutnya, perlu ada pembenahan. Selain itu, konsolidasi internal partai harus terus dilakukan sebagai modal dasar untuk meraih kemenangan dalam Pileg 9 April nanti.


"Selain itu hasil survei tersebut harus dijadikan modal awal bagi setiap kader partai untuk kerja keras bertemu rakyat secara langsung guna menjelaskan capaian-capaian pemerintahan SBY," kata anggota Komisi V DPR RI ini.

Benny juga meminta kepada kader agar capaian pemerintah SBY selama sepuluh tahun dijadikan senjata utama untuk kembali meraih kemenangan pileg mendatang.  
"Prestasi pemerintahan SBY dalam berbagai bidang selama 10 tahun modal utama menjelaskan kepada rakyat. Dan saya juga berkeyakinan bahwa program prorakyat yang pemerintahan SBY menjadikan kepercayaan rakyat kepada Partai Demokrat," tuturnya.

Karena itu, dia melihat hasil survei itu sebagai stimulan bagi setiap kader Partai Demokrat untuk terus kerja keras, tidak lengah karena prestsi pemerintahan SBY selama ini. "Dengan kerja keras ini, Demokrat akan optimistis tampil sebagai partai pemenang," tegasnya. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya