Berita

HATTA RAJASA/NET

Hatta Rajasa Bercerita Tentang Wayang Idolanya, Arjuna

MINGGU, 02 FEBRUARI 2014 | 19:10 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa mengingatkan, dalam membangun bangsa menjadi maju dan berkembang, maka kearifan lokal di pedesaan harus tetap dijaga agar tidak luntur.

"Sesungguhnya kearifan lokal merupakan kekuatan bangsa. Bahkan, disebut pula sebagai kekayaan bangsa dalam mendukung proses pembangunan," ujar Hatta kepada wartawan, Minggu (2/2).
 
Menteri Koordinator Perekonomian itu mengatakan, bangsa ini boleh menjadi modern dan sejajar dengan bangsa lain, tapi kearifan lokalnya harus tetap dipelihara.


Kepeduliannya terhadap kearifan lokal bukan semata wacana. Tiap acara partai, Hatta selalu menampilkan budaya lokal setempat. Ia pribadi meski berdarah Palembang sebetulnya penyuka wayang yang notabene identik dengan budaya Jawa. Bahkan ia mengaku hafal betul tokoh-tokoh wayang beserta karakternya.
 
"Saya menyukai wayang sejak masih kanak-kanak. Kalau seandainya ada kesempatan, saya sangat berharap bisa menjadi salah satu pelakon dalam wayang orang. Saya ingin merasakan dan menjiwai karakter idola saya, Arjuna," tutur Hatta.
 
Menurut  Hatta,  Arjuna  memiliki  karakter yang mulia, berjiwa ksatria, imannya kuat, tahan terhadap godaan duniawi, gagah berani dan selalu berhasil merebut kejayaan, sehingga diberi julukan 'Dananjaya'. Musuh seperti apapun selalu berhasil ditaklukkan, sehingga ia mendapat julukan 'Parantapa' atau penakluk musuh. Arjuna sendiri merupakan ksatria ketiga dalam silsilah Pandawa. Sosok yang halus, kuat dan selalu membela yang lemah.

Dalam mitologi Hindu dan dunia pewayangan Jawa, tutur Hatta lebih lanjut, Arjuna dikenal sebagai tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabrata. Ada banyak filosofi di balik parasnya yang tampan dan budi pekertinya yang lembut. Dalam perjuangan menegakkan kebenaran, Arjuna dikenal dekat dengan Kresna, yaitu Awatara penjelmaan Batara Wisnu yang diutus para dewa untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan.

"Dalam bahasa Sansekerta, secara harfiah Arjuna berarti bersinar terang, putih, bersih. Arjuna juga bermakna jujur di dalam wajah dan pikiran," tambah Hatta.

Selain sosok Arjuna, masih kata Hatta, banyak sekali nilai kearifan lokal yang dapat dipetik dari kisah pewayangan, terutama bagi generasi muda yang diterjang krisis moral.
 
"Misalnya, penokohan Pandawa sangat kaya dengan nilai keteladanan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
 
Hatta melanjutkan, Yudhistira atau Puntadewa, sulung Pandawa juga merupakan cerminan karakter yang bijaksana, jujur dan teguh pendirian. Karena sifatnya, Yudhistira senantiasa dijadikan pemimpin dalam perang. Bima, sebagai sosok Pandawa paling kuat yang memiliki semangat tinggi, pemberani dan pantang menyerah. Ketika berperang, Bima atau Warkudara memiliki kebesaran hati untuk tidak membunuh musuhnya yang dalam kondisi mengaku kalah.[wid]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya