Berita

Dunia

Inilah 7 Hal Mengerikan yang Mungkin Terjadi di Korea Utara

SABTU, 01 FEBRUARI 2014 | 08:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penggulingan pemerintahan mungkin sekali terjadi dipicu ketidakpuasan kalangan militer terhadap Kim Jong Un yang berkuasa sejak Desember 2011. Itu kesimpulan utama dari penelitian yang dilakukan RAND Corporation, sebuah lembaga think thank di Amerika Serikat.

Hasil penelitian itu diumumkan tahun lalu, dan kembali dibicarakan pekan ini dalam pertemuan Komisi Kerjasama AS-China.

Dikutip dari Business Insider, Bruce W. Bennett yang menulis laporan berjudul Preparing for the Possibility of a North Korean Collapse itu mengatakan, ada tujuh hal mengerikan yang mungkin terjadi setelah Kim Jong Un digulingkan.


Pertama, kompetisi di kalangan faksi-faksi di tubuh kelompok militer yang dapat berkembang menjadi warlordism. Korea Utara dapat terpecah menjadi beberapa zona militer. Keadaan ini akan sama buruknya dengan situasi anarkis di Somalia saat ini.

Kedua, kejatuhan rezim Kim Jong Un juga akan disusul situasi perekonomian yang begitu buruk. Bahan makanan menghilang karena diperebutkan elit militer sehingga kelaparan pun meluas.

Ketiga, situasi anarkis itu dapat berakhir dengan kemenangan kelompok militer yang sama brutalnya dengan rezim Kim Jong Un.

Kejadian buruk keempat yang mungkin terjadi berkaitan dengan upaya penyatuan kembali atau reunifikasi Korea yang diinginkan Korea Selatan. Bila Korea Selatan berhasil memanfaatkan keadaan ini untuk menyatukan kembali Korea, kelompok-kelompok militer Korea Utara yang tidak terintegrasi dengan masyarakat sipil akan menjelma sebagai organisasi kriminal.

Kelima, juga ada kemungkinkan ilmuwan Korea Selatan yang bekerja di sejumlah fasilitas senjata pemusnah massal (WMD) menjual senjata-senjata yang ada termasuk hulu ledak nuklir ke organisasi teroris internasional.

Kemungkinan buruk keenam yang harus diantisipasi berkaitan dengan Republik Rakyat China yang sedang mempersiapkan zona penyanggah di Korea Utara. Rencana China ini tidak sejalan dengan skenario Amerika Serikat dan Korea Selatan. Ini tentu saja dapat meningkatkan ketegangan antara Amerika dan Korsel di satu sisi dengan China di pihak lain.

Terakhir, penggulingan Kim Jong Un juga bisa berujung pada disintegrasi Korea Utara seperti yang dialami Jerman pasca Perang Dunia Kedua. Ini mungkin tidak menciptakan perang terbuka di kawasan itu, tetapi memperpanjang ketegangan seperti yang sekarang ini terjadi. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya