Berita

Presiden SBY/net

HARI PERS NASIONAL

Solon: Semoga Komitmen SBY Melindungi Kebebasan Pers Diteruskan Penggantinya

JUMAT, 31 JANUARI 2014 | 21:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden mendatang diharapkan memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat dalam menghargai dan melindungi kebebasan pers seperti yang diperlihatkan Presiden SBY selama ini.

Harapan itu disampaikan fungsionaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Big Solon Sihombing dalam perbincangan dengan redaksi Jumat sore (31/1) di Jakarta.

"Presiden SBY sangat menghargai kebebasan pers. Hal itu diperlihatkannya antara lain dengan selalu menghadiri peringatan puncak Hari Pers Nasional, termasuk tahun ini. Semoga komitmen kuat Presiden SBY ini dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang sehingga kebebasan pers yang bertanggung jawab tetap terjamin," ujar Solon.


Peringatan puncak HPN 2014 akan digelar di Provinsi Bengkulu tanggal 9 Februari nanti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden SBY juga akan menyempatkan diri untuk hadir dan berbicara di hadapan komunitas wartawan Indonesia.

Selain itu, SBY juga merestui pendirian Confederation of ASEAN Journalist Education Training (CAJET). Pelatihan CAJET yang diikuti oleh sekitar 50 wartawan dari negara-negara ASEAN akan digelar di Palembang sehari setelah peringatan puncak HPN. Menkopolkam Djoko Suyanto akan menjadi pembicara utama dalam pelatihan CAJET itu.

"Kelahiran CAJET di Palembang merupakan hal istimewa dalam HPN tahun ini. Dan ini adalah buah dari kerjasama dan pemahaman yang baik antara Ketua Umum PWI Margiono dan Sekretariat Tetap CAJ di Jakarta, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang didukung Presiden SBY," ujar Solon lagi.

Sekretariat Tetap CAJ di Jakarta dipimpin oleh Sekretaris Tetap Akhmad Kusaeni, serta diperkuat oleh Wakil Sektap Rahmad Nasution dan dua direktur, Big Solon Sihombing dan Bob Iskandar.

"Sebagai fungsionaris PWI dan bagian dari panitia pelaksana HPN saya merasa terharu dan bangga pada komitmen Presiden SBY dan seluruh pengurus PWI Pusat dalam memperjuangkan kebebasan pers tanpa menafikkan usaha para pemimpin PWI sebelumnya sejak era Pak Harmoko," demikian Solon. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya