Berita

boediono/net

Bukan Hanya Gita Wirjawan yang Tak Puas Kinerja Boediono

JUMAT, 31 JANUARI 2014 | 20:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketika mengumumkan pengunduran diri dari posisi Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, sama sekali tidak menyinggung ketidaknyamanan yang dirasakannya bekerja dengan kalangan di kabinet yang memiliki perbedaan visi dengan dirinya.

Gita hanya mengetengahkan alasan ingin fokus menghadapi Konvensi Demokrat yang sedang berlangsung. Sejauh ini, dari sebelas kandidat yang bertarung di arena Konvensi, popularitas dan elektabilitas Gita Wirjawan memang termasuk yang berada di papan bawah. Padahal segala daya dan upaya telah dia lakukan untuk menggenjot popularitas dan elektabilitas termasuk menggunakan konsultan dari luar negeri.

Sementara kalangan menilai pengunduran diri itu juga didorong oleh perbedaan pandangan dan tantangan yang dihadapi Gita Wirjawan di dalam kabinet.


Dikabarkan, ia pernah berdebat panjang dengan Wakil Presiden Boediono dalam hal menstabilkan harga kedelai tahun lalu. Di bulan Mei 2013, Presiden SBY mengeluarkan Peraturan Presiden 32/20013 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum Bulog untuk Mengamankan Harga dan Penyaluran Kedelai.

Pada Pasal 1 disebutkan dengan tegas, mengulangi namanya, "Pemerintah menugaskan kepada Perusahaan Umum Bulog untuk melaksanakan pengamanan harga dan penyaluran kedelai."

Namun, sebagai Menteri Perdagangan Gita Wirajawan baru mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan untuk menindaklanjuti Perpres itu di bulan Agustus.
Di dalam Kepmendag bernomor 45/M-DAG/KEP/8/2013 tentang Impor Dalam Rangka Program Stabilisasi Harga Kedelai pada 28 Agustus disebutkan bahwa impor kedelai dilakukan melalui Importir Terdaftar (IT) dan Importir Produsen (IP), serta pencantuman Bulog sebagai importir kedelai yang ikut dalam Program Stabilisasi Harga Kedelai.

Selain waktu penerbitan yang dinilai terlalu lama, yakni tiga bulan dari Perpres 32/20013, isi Kepmendag 45/M-DAG/KEP/8/2013 juga dinilai berseberangan dengan Perpres 32/2013.

Menurut sementara kalangan yang pernah berdialog dengan Gita Wirjawan, Kepmendag 45/M-DAG/KEP/8/2013 diakui sebagai jalan kompromi setelah Wapres Boediono dan Gita Wirjawan terlibat perdebatan panjang sampai-sampai Presiden SBY harus turun tangan untuik menghentikan perdebatan itu.

Cerita inilah yang membuat ada juga yang percaya bahwa perbedaan pandangan dan pertentangan di dalam kabinet ikut menjadi salah satu hal yang mendorong Gita Wirjawan mengundurkan diri.

Apakah hanya Gita Wirjawan yang pernah berselisih paham dengan Wapres Boediono?

Dari penelusuran dan pembicaraan yang dilakukan redaksi dengan sejumlah tokoh yang mengetahui jalannya rapat dan persidangan kabinet, Gita Wirjawan tidak sendirian.

Ada juga yang menilai Boediono lebih sering pasif dan tidak memperlihatkan inisiatif seperti yang diharapkan. Saking pasifnya, kehadiran Boediono dalam rapat kabinet digambarkan seperti "ada tidak menggenapkan, tiada tidak mengganjilkan". [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya