Berita

Pengunduran Gita Wirjawan Politik Cuci Tangan

JUMAT, 31 JANUARI 2014 | 17:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengunduran diri Gita Wirjawan dari posisi Menteri Perdagangan merupakan bentuk politik cuci tangan yang tidak layak diteladani. Keputusan Gita mengundurkan diri lebih karena pertimbangan elektoral menjelang pemilu dan bukan karena pertimbangan etik.

"Saya membaca pengunduruan diri ini lebih pertimbangan politik, yakni gaya politik cuci tangan," kata Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) M Riza Damanik kepada wartawan (Jumat, 31/1).

Riza mengatakan Gita hendak mengamankan diri dengan keluar dari kabinet. Gita sadar betul konsekuensi proses liberalisasi perdagangan yang telah dijalankannya seperti di sejumlah forum internasional APEC dan WTO terhadap Indonesia.


Riza menganalisis dengan mengundurkan diri Gita ingin mendapatkan dua "prestasi" yaitu mengamankan kepentingan negara maju dan mengamankan kepentingan perusahaan multinasional di Indonesia.


Menurut Riza, pertimbangan Gita mundur bukan karena pertimbangan etik. Sebab bila pertimbangannya etik maka seharusnya Gita tidak perlu mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

"Karena secara etik, beliau telah disumpah untuk menjalankan tugasnya secara baik sebagai Mendag," katanya.

Ia juga berpendapat bahwa bila ingin mengikuti konvensi capres Partai Demokrat, maka sebelum mengikuti konvensi Gita seharusnya sudah mengumumkan pengunduran dirinya. Karena itu, Riza menegaskan bahwa pengunduran diri yang dilakukan Gita Wirjawan bukanlah suatu gaya kepemimpinan yang pantas untuk diteladani.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya