Begawan ekonomi Prof. M. Dawam Rahardjo mendapatkan Yap Thiam Hien Award 2013. Penghargaan bergengsi di bidang Hak Asasi Manusia itu diberikan kepada Dawam Rahardjo di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, tadi malam (Kamis, 30/1).
Dawam Rahardjo terpilih dari 24 kandidat yang kemudian diseleksi menjadi sembilan. Menurut Yayasan Tap Thiam Hien, kedua kandidat penerima penghargaan itu memiliki kontribusi dan dedikasi yang sama dalam bidang HAM. Namun pada akhirnya dewan juri secara aklamasi memilih Dawam Rahardjo.
Dewan juri YTH Award 2013 terdiri dari Prof. Saparoinah Sadli, Prof. Musdah Mulia, DR. Todung Mulya Lubis, DR. Makarim Wibisono, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, Djohan Effendi, Maria Hartiningsih dan Wahyu Muryadi.
Dawam Rahardjo lahir di Solo, pada 20 April 1942. Pada tahun 1969 ia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia pernah berkarier sebagai Pemimpin jurnal ilmiah Prisma (1980 - 1986), lalu Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) antara tahun 1980 hingga 1986. Pada tahun 1993 ia dilantik menjadi Guru Besar ilmu ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.
Antara tahun 1995-2000 Dawam Rahardjo menjadi Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat. Dia juga pernah menjadi Dekan Universitas As Syafi'yah, dan Direktur pelaksana Yayasan Wakaf Paramadina antara 1988 hingga 1990. Antara 1994 hingga 2004 ia menjabat sebagai Rektor Universitas 45, Bekasi. Dan sejak tahun lalu hingga 2017 ia menduduki posisi Rektor Universitas Petroleum 45 Jogjakarta.
Ketika BJ Habibie menjadi presiden pada 1999, Dawam dipercaya memimpin tim penasihat presiden.
Dalam keterangan yang diterima redaksi disebutkan bahwa penyelenggaraan YTHA kali ini mengambil tema Meneguhkan Kebersamaan dalam Keberagaman. Tema ini senafas dengan kemajemukan bangsa Indonesia seperti yang disebutkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Tema ini disimbolkan oleh tanaman bambu yang tumbuh subur di bumi Indonesia serta membrikan begitu banyak manfaat bagi masyarakat," ujar Manajer Program YTHA 2013 Yulia Siswaningsih dalam keterangan itu.
Disebutkan bahwa Dawam Rahardjo mirip bambu yang bertahan di tengah badai.
"Beliau teguh berdiri memperjuangkan dan membela prinsip-prinsip kesetaraan, kebebasan dan pluralisme di Indonesia secara konsisten hingga hari ini meski intimidasi, ancaman dan teror silih berganti menerpanya," demikian Yayasaan YTH.
[dem]