Berita

Serahkan Ayam Jantan, Massa Minta KPK Tangkap Politisi Golkar 

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 19:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Pergerakan Santri Indonesia (PSI) dan Aliansi Muda untuk Demokrasi (ALMUD) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta (Kamis, 30/1).

Mereka mendesak KPK agar segera menangkap Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto yang diduga terlibat dalam kasus suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar pada saat proses Pemilukada di beberapa daerah.

Massa aksi ini mulai berdatangan ke depan Gedung KPK sekitar pukul 11.20 WIB menggunakan sepeda motor. Selain itu, mereka juga membawa atribut, poster dan beberapa spanduk dalam melakukan demonstrasinya. Selain menyampaikan orasi, para aktivis juga menyerahkan ayam jantan sebagai simbol kepada Ketua KPK Abaraham Samad dan pimpinan KPK lainnya lebih jantan dan berani menangkap para koruptor di negeri ini.


Sempat juga terjadi kemacetan akibat demo ini, karena pendemo melakukan aksi di tengah jalan. Namun, kemacetan tersebut tidak berlangsung lama, karena setelah terjadi dorong mendorong dengan personel polisi, akhirnya massa tersebut kembali melakukan aksinya ke pinggir jalan.

Koordinator aksi Agas dalam orasinya mengatakan, KPK harus berani menindak dan memeriksa lebih jauh keterlibatan kedua orang tersebut.

KPK, lanjutnya, juga jangan melupakan dugaan kasus Setya Novanto soal impor beras yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

"Abraham samad dan para penegak hukum lainya harus mendalami Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan keterangan dari Chairun Nisa yang diperiksa di pengadilan tipikor. Dia telah menyebutkan keterlibatan Idrus Marham dan Setya Novanto dalam kasus suap Pemilukada," katanya.

Aktivis PSI Ubaydillah menambahkan, seharusnya partai politik mencerdaskan bangsa, bukan membohongi rakyat dengan uang korupsi.

Aksi yang berlangsung 1 jam ini berlangsung tertib dan damai. Hingga akhirnya massa aksi meninggalkan Gedung KPK pada pukul 12.20 WIB.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya