Berita

jokowi/net

Katanya Nggak Sulit-sulit Amat Atasi Banjir, Sesumbar Jokowi Ditagih

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 16:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Politikus senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno belum lama ini menjelaskan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bukan Nabi Musa atau Superman yang bisa mengatasi banjir besar yang melanda Ibukota dalam sekejap. Pernyataan Hendrawan tersebut perlu diluruskan. (Klik: PDIP: Jokowi Bukan Nabi Musa yang Bisa Keringkan Sungai Nil).

"Sebab, semua tahu Jokowi adalah Gubernur yang baru terpilih dengan mengemban jabatan selama 5 tahun. Ia dipercayai warga melaksanakan tugas dan tanggung jawab terciptanya Pemprov DKI Jakarta yang bersih dan baik. Melaksanakan program kesejahteraan rakyat dan membenahi Jakarta," ujar pengamat politik Martimus Amin (Kamis, 30/1).

Martimus menjelaskan, problem banjir besar tahunan yang acap kali melanda Jakarta sudah disadari Jokowi sejak awal. Bahkan semasa masih menjabat Walikota Solo, dia sudah sesumbar bahwa mengatasi masalah banjir dan macet tidak sulit. (Klik: Walikota Solo: Kelihatannya Nggak Sulit-sulit Amat Atasi Macet dan Banjir Jakarta).


"Sehingga mayoritas warga Jakarta mendukung karena ia dinilai membawa agenda perubahan. Menjadikan Jakarta sebagai kota modern dan beradab. Jabatan gubernur yang diembannya jelas merupakan amanah," ungkap peneliti senior The Indonesian Reform Institute ini.

Karena itu, sambung Martimus, Jokowi harus mempunyai perencanaan dan pelaksanaan eksekusi proyek program jangka pendek dan panjang dalam upaya meminimalisir soal banjir. Antara lain pembuatan gorong-gorong, penataan waduk, tanggul, relokasi, reboisasi. rehabililtasi sungai dan situ. Termasuk melakukan koordinasi dengan Pemda terkait .

Kesimpulannya, tegas Martimus, banjir besar yang melanda Jakarta sekaligus peringatan terakhir bagi Jokowi dan para pendukung yang ngotot mendesak dirinya maju pada Pemiluhan Presiden 2014 mendatang.

"Mereka harus sadar dan tahu diri bahwa Jokowi memiliki tugas dan tanggung jawab berat sebagai gubernur. Bukan keblinger menilai sosok Jokowi yang hanya sering blusukan memakai dana APBD dinilai bak nabi atau superman. Ujung-ujungnya memaksakan opini Jokowi nyapres. Hal itu selain akan merusak tatanan demokrasi, juga membuat kredibiltas Jokowi ambrol karena dinilai kemaruk," tegasnya.

Makanya, Martimus mengingatkan, setop eksploitasi Jokowi. Biarkan dia mengemban amanah yang diberikan warga Jakarta. "Membenahi Jakarta adalah batu uji lompatan kepemimpinannya kedepan. Kami (juga) adalah pendukung Jokowi, tetapi bukan bagian dari ekploiternya," demikian Martimus. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya