Berita

jeffrie geovanie/net

Patut Jadi Contoh, Keputusan Jokowi Tak Hadiri Acara WEF di Swiss Tepat

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 16:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak menghadiri acara World Economic Forum di Davos, Swiss, pada 22-25 Januari 2014 tepat.

"Sudah sangat benar keputusan Jokowi untuk tidak hadir di forum Davos," ujar Bard of Advisors Centre for Strategic and International Studies  (CSIS), Jeffrie Geovanie, (Kamis, 30/1).

Menurut Jeffrie, Jokowi memang jauh lebih penting tetap berada di Jakarta untuk mengatasi permasalahan banjir yang sedang melanda. Karena itu, menurutnya, Jokowi telah memberikan contoh yang benar tentang prioritas yang harus diambil oleh seorang pejabat.


Makanya, Jeffrie heran melihat sejumlah kalangan yang menyesalkan keputusan Jokowi itu. "Harusnya (pihak yang) menyayangkan mengapa Jokowi tidak hadir di forum Davos malu kepada rakyat. Sangat aneh menyalahkan Jokowi atas keputusan yang sangat tepat itu," ungkap Jeffrie.

Keputusan Jokowi tidak menghadiri WEF di Davos mengundang pertanyaan bahkan kritik. Meskipun sifatnya informal, Forum Davos sangat terkenal dan dihadiri para pemimpin dunia, baik bisnis maupun politik. Presiden Iran, Perdana Menteri Jepang, Presiden Korea Selatan, dan tokoh kunci Asean muncul di antara peserta. Belum lagi para CEO raksasa bisnis dunia.

”Ini kesempatan baik sebenarnya bagi Pak Jokowi untuk menambah pengalaman internasionalnya. Grade-nya naik kalau dia datang ke Davos," jelas Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo, seperti dikutip dari Tempo.

Bekas anggota Komisi I DPR ini menuturkan, di dunia tengah terjadi pertanyaan besar mengenai ekonomi Indonesia ke depan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Maka muncul pertanyaan pula terhadap kemampuan Jokowi, yang santer dikabarkan berpeluang besar menjadi presiden yang akan datang, dalam menangani urusan luar negeri, seperti forum G-20 dan APEC. “Walau citranya positif dan antikorupsi,” ucapnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya