Berita

jusuf kalla

Didukung Jadi Capres, JK Hormati Aspirasi 25 DPW PKB

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 15:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghormati dukungan 25 DPW PKB se-Indonesia. Bagi mantan Ketua Umum Golkar itu, aspirasi yang disampaikan kader PKB yang menginginkan ia menjadi calon presiden merupakan amanah yang harus dihormati.

"Yang mendeklariskan JK adalah 25 DPW PKB se-Indonesia. Atas permintaan tersebut, JK sendiri menilai aspirasi tersebut sebagai amanah dan penghormatan,” jelas Juru Bicara JK, Husain Abdullah, (Kamis, 30/1).

Wacana pencapresan Jusuf Kalla oleh PKB sudah berkembang sejak tahun lalu. Sebelumnya JK telah menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan mesin partai PKB di daerah seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang memunculkan namanya sebagai kandidat capres.


"Tentu sangat kita hormati. Namun itu kan baru 'wacana amanah', belum 'amanah'. Untuk menjadi amanah, itu baru bisa setelah Pileg," kata JK di Kantor PP Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

JK memang sangat kental dengan lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) karena ayahnya, Haji Kalla merupakan pengurus NU di Sulawesi Selatan. Selain itu ibunda JK, Hajah Athirah adalah aktivis Aisyiah, organisasi perempuan Muhammadiyah. Sejak dahalu kedua orang tua JK dekat dengan dunia Islam yang moderat. Sehingga tak heran JK akrab dengan organisasi dan partai Islam di Indonesia. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya