Berita

Waryono Karno: Wah Kok 50 Ribu Dolar, Nanti (DPR) Marah

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 14:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyetor dolar ke Komisi VII DPR RI. Setoran dilakukan dalam beberapa tahap.

Hasil penyidikan KPK terungkap, dolar antara lain diberikan ke Komisi VII DPR pada 28 Mei 2013. Jumlahnya ratusan ribu dolar. Dolar diberikan kepada empat pimpinan Komisi VII DPR masing-masing sebesar 7.500 dolar AS, anggota Komisi VII DPR sebanyak 43 orang masing-masing 2.500 dolar AS, dan untuk Sekretariat Komisi VII DPR sebesar 2.500 dolar AS.

Dolar-dolar itu diserahkan Didi Dwi Sutrisnohadi selaku Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM melalui Iriyanto, orang kepercayaan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana atas perintah Waryono. Serah terima dolar dilakukan di salah satu ruangan di Komisi VII DPR dekat dengan ruang Sekretariat Komisi VII DPR saat Didi Dwi mengikuti rapat Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM. Serah terima uang dikuatkan dengan bukti tanda terima.


"Dolar tersebut merupakan pemberian Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini kepada Sekjend Kementeria ESDM Waryono Karno dan selanjutnya diserahkan kepada Komisi VII DPR melalui orang kepercayaan Sutan Bhatoegana," begitu pengakuan seorang saksi.

Dua minggu setelah setoran itu diterima Komisi VII DPR, Didi Dwi Sutrisnohadi dipanggil Waryono Karno ke ruangan Sekjend Kementerian ESDM. Waryono selaku Sekjend Kementerian ESDM menyampaikan niatnya kembali mengirim setoran ke Komisi VII DPR.

"Nanti akan ada rapat DPR, sudah ada dari SKK Migas belum?" tanya Waryono. "Belum," jawab Didi. "Kok belum yah," ucap Waryono.

Tidak lama setelah percakapan itu, datanglah utusan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini bernama Hermawan. Kepada Didi, Hermawan menyampaikan hendak menyerahkan kiriman lima gepok uang dolar pecahan 100, dengan total 50 ribu dolar AS dari Rudi Rubiandini. Lima gepok dolar itu diikat dengan ikatan berwana cokelat muda bertuliskan BEP Eastern Currency Facility.

Setelah menerima kiriman Rudi, Didi dibantu salah seorang staf Sekretariat Kementerian ESDM bernama Asep menyiapkan amplop putih dan menulis kode di pojok kanan atas amplop dengan tiga kode berbeda; P, A dan S. Kode P merujuk Pimpinan Komisi VII, A untuk anggota Komisi VII dan S untuk Sekretariat Komisi VII DPR.

"Udah (diterima dari SKK Migas) Di," tanya Waryono. "Sudah Pak, hanya 50 (50 ribu dolar AS)," jawab Didi. "Wah, kok segitu, nanti (Komisi VII) marah," ucap Waryono.

Menurut Didi, uang 50 ribu dolar tersebut belum sempat diserahkan ke Komisi VII DPR, dan disimpan di dalam laci meja kerjanya atas arahan Waryono. Dalam satu waktu Didi menanyakan kepada Waryono uang mau diapakan tapi Waryono tetap tidak memberikan arahan.

Tanggal 27 November 2013, uang pun diputuskan diserahkan Didi ke penyidik KPK. Uang diserahkan setelah dirinya dipanggil penyidik untuk diperiksa sebagai saksi tersangka Rudi. Tak jadi diserahkan ke Komisi VII DPR, dolar-dolar itu hingga kini terparkir di KPK.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya